Dipandu oleh kalung yang digunakan Ayumu, Setsuna tiba di sebuah hutan belantara. Di depan pandangan Setsuna, terlihat seorang perempuan yang duduk di pohon raksasa dan Setsuna mengajak bicara gadis itu. “Permisi…” “Siapakah disitu!?” Ketika mendengar suara itu, gadis itu dengan sergap mengambil senjata yang berada di punggungnya. Di tangannya ada sepasang senjata kecil yang tidak pernah dilihat Setsuna. Ujung yang tajam dan runcing mengarah ke arahnya. “Tunggu, aku bukanlah orang yang mencurigakan! Aku hanya mengikuti petunjuk dari kalung ini.” “Apa yang terjadi dengan gadis kuil putri?” Perempuan itu bertanya dengan lembut. “Aku memberikan kalung itu kepada seorang pendahulu gadis kuil putri. Gunanya kalung ini adalah untuk menyingkirkan pemakainya dari hawa-hawa yang jahat.” “Eh? Apa maksudmu? Aku tahu kalau itu hanya legenda, tetapi dikatakan bahwa kalung ini dibuat oleh roh angin.” “Ya Ampun! Kamu masih belum mengerti juga, Itu memang dari roh angin tau!” Gadis itu merasa bahwa Setsuna bukanlah orang jahat, jadi Ia menurunkan senjatanya dan membanggakan dirinya sendiri.” “Eh?” Roh memiliki kekuatan yang besar. Ia jauh lebih tinggi dari manusia dan bahkan tidak memiliki konsep umur. “Hehe, ngomong-ngomong, dari jaman dahulu kala klan kita memiliki perjanjian lama dengan roh angin loh!”

 

“Wah! Luar biasa!” 

“Hari ini saya adalah kepala klan ke-23 dan berkunjung untuk memberi salam!”

“Oh! Kepala Klan ya!”

“Klan saya adalah ikatan bayangan (Shadow) milik desa tersembunyi bernama Nakasu di negara pulau timur!”

“He, Kalau tidak salah Shadow itu…..”

“Benar! Ini adalah kelompok elit yang mengkhususkan diri dalam kegiatan rahasia!

 

Kami bertarung dengan memanfaatkan teknik dan jurus ♪ dan alat rahasia seperti kunai tadi contohnya.” 

 

“Jadi pada dasarnya kamu adalah Shinobi kan ya?”

Gadis itu langsung pucat mendengar pertanyaan Setsuna.

 

“Tidakkk, Kasumin terlalu banyak bicara lagi…!”

Rupanya gadis yang mengaku sebagai kepala Shadow ini memiliki karakteristik yang bertentangan dengan sifat yang seharusnya dimiliki oleh Shadow.

 

“Tadi kamu bilang kamu adalah Kasumin-san?”

“Tidak, yang betul adalah Kasumi. {N} adalah gelar yang diberikan kepada kepala klan!”

“Kalau begitu, aku juga akan memanggilmu Kasumin.”

“Tunggu, Kasumin lagi yang hanya memberikan informasi lagi! Kalau kamu Siapa!”

“Ah! Benar juga. Sudah terlalu banyak berbicara, Aku adalah……”

Setsuna tidak hanya berbicara tentang namanya, tetapi juga menceritakan kejadian yang sudah terjadi sampai sekarang. 

 

“Benar. Naga itu telah muncul kembali…. Kalung itu telah kehilangan kekuatannya dan akhirnya memutuskan untuk kembali kesini.”

“Dewa Angin. Kamu mungkin tidak tahu apakah Ia telah hidup dalam keabadian. Bagaimana cara mengalahkan naga dan mendapatkan kembali gadis kuil putri.”

“Sejauh yang aku tahu, hanya ada satu cara untuk sampai ke naga itu. Hanya mereka yang dapat menghadapi cobaan dari tiga roh besar yang bisa membuka jalan.”

 

Api, Angin Air.

Ujian dari Tiga Roh Agung.

 

“Kalau begitu saya akan menerima tantangannya!” tanpa ragu Setsuna menerimanya.

“Eh, curang sekali! Kasumin juga ingin menyelamatkan dunia!”

“Eh?”

“Ini sangat cocok untuk misi pertamaku sebagai seorang pemimpin! Apakah kamu tahu tentang kalau bayang-bayang sejarah selalu berhubungan dengan Shadow dari Nakasu? Karena begitu, aku akan menemanimu.”

“Di, diputuskan terlalu mudah….”

“Bahkan jika diputuskan terlalu berat, hasilnya akan sama saja, Setsuna-dono! Kita pasti akan baik-baik saja!”

Terlalu optimis.

Namun, Kasumi tidak akan mengubah pernyataan itu dan tidak peduli berapa kali Setsuna mengatakan bahwa perjalan itu sangat berbahaya. Pada akhirnya, Setsuna pun kalah dalam perdebatan.

 

“Kalau begitu, pertama-tama adalah ujian dariku, Roh angin…… Lulus”

Eh? Setsuna dan Kasumi dengan mata yang melotot.

“Kalian berdua bisa melihatku. Roh hanya bisa dilihat dari hati yang murni.”

Jadi, Lulus. 

Kalau begitu, aku akan membimbingmu kepada Roh Api.”

 

Dengan kekuatan Roh Angin, Lompatlah!…. Bukan hal itulah yang dikatakan, Kami menghabiskan beberapa hari untuk mencapai tujuan kami hanya dengan menggunakan kaki. “Kami para roh adalah pengamat. Kita juga ingin dapat bekerja sama walaupun sedikit, tetapi kami tidak dapat campur tangan secara langsung. Kekuatan besar dapat menghancurkan dunia.” Kasumi menarik lengan Setsuna saat menanyakan apa masalahnya. 

 

“Akhirnya sampai!”

Setelah melintasi jalan yang kasar, kami tiba di gua Roh Api, tempat Roh Api bersemayam.

 

“Yahoo–, lama tidak bertemu, Kaze-chan.”

Bagian belakang gua tempat lahar berhembus. Meski panas membara, Roh Api itu bersila di atas batu yang menjulang keatas. Posisinya sangat tinggi sehingga leher terasa sakit saat melihat keatas. “Aku sudah mendengarnya. Naga ya. Langsung saja kita mulai tesnya.” Roh Api adalah roh yang berkenaan dengan peperangan. Roh itu tersenyum dan tertawa. “Tidak apa-apa dilakukan oleh 2 orang. Kita akan melakukan sebuah permainan. Biarkan saya memberitahu anda bahwa saya ada disini.”

 

Ia mengatakan permainan, permainan anak-anak dari sudut pandang Roh Api. Ia tidak bergerak sama sekali dari atas batu, Ia hanya melemparkan bola api sesuka hati.

Meski begitu, kami berdua bahkan belum dekat satu sama lain.

 

“Kita harus membuat celah entah bagaimana caranya.”

“Kalau begitu, serahkan ini pada Kasumin!”

 

Kasumi menarik perhatian Roh Api.

“Mulai! Misteri . Benang Boneka!” (Kasumi membaca mantra)

Kasumi adalah Pa-chan! Dan Ia menutup satu matanya.

Keheningan total menyelimuti area tersebut.

 

“Ka, Kasumin-san? Apa yang kamu lakukan?”

“… Itu adalah strategi untuk menarik lawan dengan kelucuan Kasumin dan untuk membuat celah.”

“I, itu sangat lucu kok!!”

“Mmm, Jika ini sudah terjadi, aku akan menjadi serius! Mimpi . kupu-kupu misterius!”

 

Bedak tidur yang ditaburi Kasumi menjadi sebuah ledakan dan jatuh mengenai Setsuna…. “ Tolong bangun! Setsuna-dono!”

“Baguslah! Kasumin, akan menjadi lebih serius! Alter Ego . Misterius dan cantik!”

“!? Kasumin menjadi banyak…!! Apakah ini masih berada di dalam mimpi…?”

“Jangan bingungkan Setsuna!” Dengan cara seperti ini mungkin tidak bisa mengalahkan Roh Api.

“Fufu…. Ahahah! Apa yang kalian lakukan!”

Melihat mereka berdua, Roh Api tertawa terbahak-bahak dan nyala api terhentu.

“Kesempatan kita! Misteri . lari bayangan!”

Kasumi berlari seperti angin kencang dan berbalik di belakang Roh Api.

“Ti, tidak!”

“Bersiaplah! Misteri . Senju!”

“Ha, hahahaha, be, berhenti, menye, menyerah!”

Roh Api, yang sisi-sisinya digelitik oleh ujung jari Kasumi yang cekatan, menyerah tak tertahankan. 

 

“Berhasil! Kya–!?”

“Kasumin-san!”

Didorong ke belakang oleh Roh Api yang tertawa cekikikan, Kasumi tergelincir dari tepi batu yang sempit. Setsuna memegang tubuhnya yang jatuh tepat pada waktunya.

 

Melihat wajah Kasumi.

“Apakah kamu baik-baik saja!?”

“…Ka, Kasumin juga bisa mendarat sendiri kok!”

“Ah, maafkan aku! Aku melakukan suatu hal yang tidak perlu.”

“Uh..tidak, kamu sangat membantu.”

Kasumi malu dan membuang mukanya.

“Yah, kamu berhasil. Kalau begitu, kalian telah menyelesaikan tantangannya! Jadi, bawa ini.”

Roh Api mengeluarkan sesuatu dari sakunya dan menyerahkannya kepada Setsuna.

“Dengan itu, kamu bisa memotong sisik naga yang sangat kuat itu.”

“Ini, mungkinkah! Pedang crimson hantu!?”

Pedang legendaris yang kurindukan, yang kulihat di buku bergambar.
“Tapi pedangnya tidak ada loh. Setsuna-dono. Apakah patah?”

“Tidak, ini beresonansi dengan kekuatan mental dan akan terwujud. Mari kita coba.–Guren!”

 

Menanggapi panggilan Setsuna, pisau merah terang memanjang dari pegangan. Setsuna mengayunkan pedangnya ke bawah pada batu terdekat untuk tebasan percobaan. Batu itu terbelah menjadi dua. Ini adalah potongan yang indah, bersih, dan sangat tajam. Lihatlah! Sangat keren! Mata Kasumi berbinar juga. Roh Api menyemangati dan menasihati mereka sambil tersenyum. 

 

“Kata-kata selalu terhubung ke hati. Jika kamu memiliki satu nama jurus, pedang akan meresponnya dan akan menjadi lebih kuat.”

“Kalau begitu, Kami mengucapkan salam perpisahan disini.”

“Roh Air apakah lebih tangguh, ya?”

Roh angin memberikan mantra kepada kalung Ayumu dengan sihir pemandu.

Kasumi dan Setsuna berterima kasih kepada para roh dan berangkat ke tujuan mereka berikutnya.

 

“Ha~ Kasumin, pada tantangan kali ini aku akan menggunakan banyak DP.”

“Eh, meskipun tidak ada cara untuk pulih…”

“Yah, apapun yang terjadi pasti bisa!!”

Sambil melihat punggung Setsuna dan Kasumi yang semakin menjauh.

“Ketika anak-anak itu mencapai {Kebenaran}…. Kita mungkin akan dibenci.”

“Kita tidak bisa berbuat apa-apa karena tugas kita hanya bisa mengawasi mereka.”

Roh-roh itu tersenyum sedikit kesepian.

 

 

BERSAMBUNG~

One thought on “#3 Gadis Ikatan Bayangan dan Bimbingan Spiritual – Legend of Nijigaku”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *