Tur konser pertama berdekap kehangatan para penggemar!

Akhirnya konser tur pertama Liella. Bagaimana rasanya setelah berdiri di atas panggung?

Pokoknya senang banget! Pas lagi gladi, aku benar-benar gak bisa membayangkan seberapa dekat wajah penonton yang dapat aku lihat. Saat konsernya dimulai, jarakku dengan kursi penonton itu dekat banget rupanya, banyak penonton yang mengayunkan lightstick, dan aku senang banget bisa membayangkan bagaimana wajah penonton di balik masker mereka. Tepat saat aku berdiri di panggung, terbentang pemandangan yang selama ini aku ingin lihat, pokoknya aku gak akan melupakan pemandangan hamparan cahaya itu. Tapi, konser di Gunma yang paling bikin aku gugup.

Konser pertamamu adalah runtutan momen tak terlupakan, yang manakah pemandangan yang paling berkesan bagimu?

“Watashi no Shymphony”. Aku diberi kesempatan untuk menampilkannya sama seperti di animenya, Kanon-chan berdiri seorang diri di panggung, dan aku seorang diri berdiri di atas panggung tanpa member lain. Saat gladi, aku tidak terlalu kesepian karena bisa melihat member lain melalui cermin. Tapi, saat tampil, penerangannya gelap banget, dan aku benar-benar merasa seorang diri di sana. Sampai-sampai aku pengen teriak “Jangan pergi!”, gitu, aku jadi paham perasaan Kanon-chan. Waktu aku berbalik dari penonton, di tengah-tengah venue yang sunyi, yang dapat kulihat hanyalah sosokku. Di momen itulah, dari lubuk hatiku yang paling dalam akhirnya aku dapat memahami perasaan Kanon-chan. Di sana, saat aku berbalik dan bernyanyi, terbentang warna marigold di hadapanku, walau tanpa suara, tapi perasaan semua orang yang sedang berusaha mendukungku benar-benar tersampaikan padaku. Kupikir aku benar-benar tidak bisa bernyanyi di sana, tapi tatapan hangat semua orang menyelimutiku dan membuatku berpikir “Aku akan melakukannya. Semua orang menungguku!”, dan aku bernyanyi dengan sangat gembira. Saat selesai nyanyi, semua member datang padaku dan itu sangat membuatku merasa tenang, dan aku menangis di sana. Jika ada mereka, bisa aku pastikan kalau aku bisa tersenyum tanpa aku sadari. Aku bisa memahami perasaan kuat Kanon-chan, dan juga aku sangat bersyukur dapat merasakan pengalaman ini.

Setiap kali gladi, aku kehilangan kepercayaan diri. Dan hari-hari di mana aku menangisi ketidakmampuanku.

Apakah ada kesulitan dan masalah selama gladi tur konser?

Pas gladi, gak ada satupun yang berjalan lancar. Aku percaya diri, namun aku merasa kepercayaan diri itu perlahan-lahan menghilang. Gak terlalu banyak yang berjalan lancar, makanya kalau selesai latihan aku selalu panik sendiri. Di banyak kesempatan aku sering bilang kalau aku paling gugup waktu membawakan “Watashi no Symphony,” tapi sebenarnya “GOING UP” yang paling membuatku cemas. Setelah “Mirai Yohou Haleluya” langsung ke “GOING UP,” tapi staminaku tidak sanggup mengikutinya. Saat pertama kali gladi, aku kaget banget melihat penampilanku yang parah banget. Aku selalu melihat rekamanku dari kamera di belakang studio dan juga suara yang aku rekam sendiri, saking parahnya aku sampai ragu apakah itu benar diriku, kemudian aku berhenti melihatnya di tengah-tengah… Awalnya aku mencoba meyakinkan diriku kalau semuanya masih awal jadi gak apa-apa. Tapi, melihat perkembangan “GOING UP” member lain, aku jadi mikir “Lah, cuma ”GOING UP”-ku yang tidak ada perkembangan, nih?” dan aku jadi panik. 

Membandingkan dirimu dengan orang sekitarmu, dan kamu merasakan perbedaan perkembangan di antara kalian.

Sebab awalnya itu lagu yang kami nyanyikan bersama-sama, aku yakin pasti banyak yang menantikannya. Jadi pokoknya aku gak boleh sampai lupa tersenyum. Walau selangnya agak lama, dan suaraku agak terlepas, itu adalah lagu yang mementingkan komunikasi dengan penonton di hadapan kami. Dengan begitu akan berdampak pada penampilanku, dan mempertahankan keseimbangannya sangat sulit bagiku. Makanya saat tampil aku sangat takut. 

Bagaimana rasanya setelah tampil sungguhan?

Masih banyak yang belum memuaskan. Tapi saat tampil, aku berusaha untuk lebih menikmati penampilanku daripada hanya takut. Saat gladi, ada rasa cemas di mana “Aku tidak boleh salah di bagian ini!”, tapi berkat semuanya ikut dalam musiknya, dan memberikan senyumannya, aku dapat melupakan rasa cemas itu. Sebab setelah membawakan “Mirai Yohou Haleluya” kami langsung ke lagu “Tiny Stars”, dan saat itu aku benar-benar bertarung dengan stamina. 

Kurasa hampir dalam segala hal kamu baru pertama kali merasakannya dalam tur ini, apakah ada kesulitan di sana?

Aku punya tubuh yang pendek, jadi aku manfaatkan pengalamanku di Yosakoi, pokoknya aku fokus bergerak lebih lebar dan lebih indah. Sebab hanya itu senjata yang aku punya. Tapi kayaknya pas latihan, aku hanya jadi penghambat member lain… Saat bagian lagu “Starlight Prologue”, ada bagian di mana kami semua membentangkan tangan  dan berputar, dan cuma aku yang tidak bisa melakukannya dengan baik. Guru tariku sering bilang kalau bahuku tertekuk saat lagu itu, cuma aku gak tahu bagian mananya. Walau sudah aku rekam, aku lihat di cermin, aku tetap gak tahu di bagian mananya. Dan meski aku bisa melakukannya dengan benar, aku sendiri gak tahu bagaimana aku bisa melakukannya. Berputar sambil panik, dan pada akhirnya pada hari itu tidak berjalan lancar. Aku merasa bersalah dan menangis sejadi-jadinya karena cuma aku di antara kami berlima yang salah, aku terpukul, kupikir aku tidak akan bisa melakukannya selamanya. Tapi, guru dan member lain tidak mengabaikanku, dan terus mengawasi dan mengajarkanku. Sekali lagi aku sadar, bahwa jika kami ingin meningkatkan kualitas kami secara keseluruhan, hal seperti ini sangatlah penting. Pengalaman sulit ini menjadi penghubung untuk langkah selanjutnya, makanya sekarang aku sangat senang dapat merasakan pengalaman itu!

Hari-hari di mana aku balap tiga kaki dengan Kanon. Ikatan kami jadi lebih erat melalui anime.

Penayangan anime musim pertama kalian telah selesai. Kalau kita ulas balik, bagaimana pendapatmu?

Tayangnya anime dan gladi kami itu berbarengan. Setiap minggu mereka memperlihatkan air mata, senyum, terkadang pula marah, memperlihatkan sisi kemanusiaannya, dan sampai episode 12 aku merasa kami semakin mirip dengan mereka. Pas awal-awal animenya tayang kami masih belum gladi tuh, makanya aku nontonnya sambil mendukung secara objektif. Tapi, saat gladi kami dimulai, Kanon-chan dan kawan-kawan yang menjadikan “Love Live” sebagai tujuan dan mulai berlari mengejarnya, menyatu dengan kami yang menuju konser pertama. Setiap kali mereka membuahkan hasil di animenya, mereka seakan mengatakan kalau “Minggu ini kami juga berhasil melakukannya!” Makanya, aku benar-benar didukung oleh animenya. Selama ini, aku punya sifat setiap kali mentalku jatuh, aku akan menyerah melakukannya. Kanon-chan juga punya sifat seperti itu ya, hahaha. Tapi, melihatnya perlahan-lahan berubah setiap kali dia bertemu dengan member lain, tanpa sadar pola pikirku juga ikut berubah. Dalam diriku aku sadar jika mungkin saja aku juga bisa jadi orang yang optimis. 

Pertemuanmu dengan Kanon membuatmu berubah jadi orang yang lebih positif, ya. Bagaimana dubbing pertamamu?

Bahkan detik ini aku masih tidak percaya aku dubbing. “Setiap minggu aku bolak balik studio, ya…” hahaha. Aku gak begitu ingat pas waktu dubbing-nya, sih. Mungkin karena itu pertama kalinya bagiku, dan mungkin juga karena perkembangan Kanon-chan yang begitu cepat dan aku merasa tidak dapat mengejarnya. Kemudian, aku juga sama seperti yang lainnya, aku juga ingin melihat animenya, makanya sebisa mungkin aku melihatnya lagi tanpa bantuan naskah. Saat dalam kondisi begitu, aku bisa menontonnya sambil mengingat adegan-adegan penting di animenya. Aku sangat suka itu. Selama rekaman, aku beneran melakukannya sepenuh hati, jadi aku tidak bisa menyadari perkembangan pada diriku sendiri, tapi dengan melihatnya aku pun jadi tahu. Di episode 12, kurasa perasaan Kanon-chan lebih tersampaikan daripada saat episode 1. Mungkin kalau aku nonton episode 1, aku gak bakalan canggung sendiri lagi… hahaha.

Setelah musim pertama animenya selesai, Liella masih mengejar tur konser pertamanya. Apakah lahir mimpi dan ambisi baru di sana?

Aku sering bilang “Menemukan impian adalah impianku.” Itu artinya, sekarang aku tidak punya impian. Tapi, dengan dimulainya tur konser pertama, pola pikirku berubah drastis! Kami bisa hadir di sini, itu semua berkat semua penggemar yang ada di hadapan kami. Daripada berusaha hanya sebagai Liella, aku ingin kami menjadi diri kami masing-masing, dan ingin terbang sampai tak terhingga. Tanpa memikirkan batas, cukup percaya pada segala potensi itu dan terus menumbuhkannya, dan kuharap pada akhirnya kami dapat tertawa bersama, sekarang itulah impianku!

Aku ingin terbang sampai tak terhingga bersama! Liella akan mengepakkan sayapnya bersama para penggemar!

Impian yang begitu bagus! Baiklah, yang terakhir, tolong berikan pesanmu untuk para penggemar yang selalu mendukung kalian.

Musim kedua anime akan ditetapkan saat konser kedua. Pikiranku sekarang penuh, apakah aku boleh merasakan perasaan ini atau tidak. Berkat kalian mendukung dan menyukai Liella dan “Love Live! Superstar!!”, aku sadar setiap harinya kami dapat tersenyum. Banyak sekali pesan yang bilang seperti “Tiap kali aku melihat Liella, semangat dan keberanianku meluap-luap.” Aku senang sekali dengan hal itu, dan aku juga ingin membalas itu. Aku akan terus berjuang agar setiap kali kalian mendengarkan lagu Liella, kalian dapat tersenyum walau hanya sedikit, atau bahkan mendapat semangat untuk berjuang di esok hari. Untuk ke depannya, aku mohon dukungannya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *