“Ketsui no Hikari” adalah lagu pertama yang menghubungkanku, Shioriko, dan semua orang!

Lagu “Ketsui no Hikari” dalam album ketiga Nijigasaki High School Idol Club yang dirilis pada bulan September 2020 sangat berkesan, ya.

Benar! Sebelum aku dikirimi lagunya, aku benar-benar penasaran lagu seperti apa yang akan dinyanyikan oleh Shioriko. Shioriko menjadi school idol karena terkesan dengan sosok teman-teman di dalam klub, namun awalnya dia benar-benar ingin membubarkan Klub School Idol itu. Aku coba memikirkan lagu seperti apa yang akan dinyanyikan oleh seorang Shioriko itu, tapi tak sedikit pun dapat terbayangkan olehku. Sejak awal Shioriko kan jago tarian jepang, makanya kupikir lagunya akan bertema Jepang dan sangat tenang…. Tapi pas aku dapat lagunya, gak nyangka banyak lagunya akan bertema Rock Jepang…! Aku kaget banget waktu pertama kali mendengarnya…!

Apakah ada yang kamu perhatikan dan ingin hatimu penuhi saat rekaman lagunya?

Aku ini orang yang punya suatu kebiasaan cara bernyanyi, makanya aku mencoba agar hal itu tidak keluar saat aku bernyanyi sebagai Shioriko. Aku berpikir agar lagunya lebih mudah didengar, dan fokus supaya perasaan jujurnya tersampaikan dalam lagunya. “Ketsui no Hikari” adalah sebuah lagu pertama yang menghubungkan aku dan Shioriko, serta semua orang yang mendukung kami. Saat rekaman aku menetapkan hatiku, “Bagaimanapun juga… aku harus berhasil menyanyikan lagu ini…!”

Jika ada lirik dari lagu “Ketsui no Hikari” yang membuatmu tertarik, coba beritahu kami.

Jujur saja, semua liriknya adalah kata-kata yang membuat hatiku bergetar, dan memilihnya adalah perkara sulit…. Tapi kalau harus didaftar satu-satu, mungkin bagian “tatoe ima wa~” sebelum reff. Aku sendiri pernah membaca kizuna episode-nya di SIFAS, di sana ada juga bagian di mana Shioriko bingung harus menjadi sosok school idol yang seperti apa. Tapi, ibarat lirik “ippo mae ni fumidashite mireba asu wa kawaru” yang artinya “hari esok akan berubah bila aku melangkah ke depan”, sosok Shioriko yang mencoba satu langkah baru benar-benar berkesan bagiku. Kemudian, bagian yang dimulai dengan “watashi ni shika dekinai” yang artinya “yang hanya bisa dilakukan olehku” benar-benar tertuang perasaan kuat Shioriko, dan diriku sendiri saat menyanyikannya di konser kedua, bagian itu benar-benar menjadi pendorong dan dukungan bagiku. 

Tekanan saat “member ke-10” pertama kali rilis hampir menghancurkan hatiku.

Aku sudah dengan pembahasan mengenai konser kedua, tapi tolong beritahu bagian berkesan mau itu lirik atau kostum dari “Ketsui no Hikari” yang ditampilkan dalam konser kedua.

Aku memakai kostum yang seperti ada furisode-nya, namun cukup sulit sampai aku terbiasa dengan sode itu. Sebab saat latihan aku mengenakan kaos agar lebih mudah bergerak, makanya aku tidak perlu repot-repot memperhatikan sode itu. Tapi, saat aku coba pakai kostumnya, kadang sodenya kena wajahku, atau kadang pula melilit di bagian dadaku…. Hahaha.

Sulit sekali mengontrol sode dengan baik sembari mengatur tarian. Tapi, Shioriko yang mahir tarian Jepang, kurasa pasti bisa tampil begitu cantik bahkan sampai ujung jarinya, makanya aku benar-benar fokus terutama pada ujung jariku saat menari. Yang berkesan adalah ketika aku dan guru tariku yang berdiskusi dan sama-sama membangun koreografi yang mencerminkan Shioriko. 

Saat gladi menuju hari H, apakah ada kejadian yang berkesan?

Saat gladi… jujur saja itu sangat sulit dalam berbagai arti. Rasa gugup sebelum tampil itu benar-benar terasa…. Saat bagian terakhir gladi studio bersama semuanya, tanpa lirik lagu, tariannya terasa ambigu bagiku, “jadi ini ya rasanya sebelum tampil…”, rasa gugup dan cemas semuanya bercampur aduk.

Kenapa kamu merasa begitu gugup sampai begitunya?

Kurasa salah satu alasannya adalah karena ini “pertama kalinya aku bernyanyi solo”. Meski “tarian dan lagu” yang sama yang kulakukan saat bernyanyi dengan grup atau dengan kelompok kecil, tapi saat dinyanyikan solo benar-benar terasa berbeda. Tapi, alasan yang jauh lebih besar daripada itu adalah “perasaan terhadap Love Live Series” itu sendiri.

Ini adalah ceritaku sendiri, jauh sebelum aku bergabung dengan Nijigasaki, dulu aku pernah mengikuti audisi Love Live Sunshine. Biasanya aku akan segera bangkit ketika aku gagal dalam audisi, namun ketika aku gagal saat audisi Love Live Sunshine, bagaimanapun juga hatiku terasa sakit dan aku tak dapat membendung air mataku…. Beberapa tahun setelah itu, akhirnya aku dapat bergabung dalam Love Live Series yang selama ini aku cari-cari sebagai seorang Mifune Shioriko. Akan tetapi, Shioriko adalah “school idol ke-10” yang pertama kali rilis. Aku mendapat posisi yang paling baru dalam Love Live Series yang sudah berjalan selama 10 tahun. 

Banyak orang yang mempertanyakan “bukankah Love Live itu grup dengan 9 member?”, dari sana mungkin juga ada mereka yang “bagaimanapun juga tidak dapat menerima Shioriko”. Aku yakin memang wajar ada kebingungan dan kebimbangan itu, dan aku sendiri juga pernah merasakan momen di mana aku sendiri tidak tahu harus bertahan dengan perasaan apa…. Saat pertama kali aku memikirkan hal itu, rasa gugup dalam diriku lama kelamaan semakin membesar. Kemudian saat aku sadar, aku sudah hampir hancur oleh keresahan dan tekanan yang ada. 

Kamu tampil begitu anggun saat hari H tanpa memperlihatkan semua keresahan dan tekanan itu. Sebelum tampil, apakah ada sesuatu yang membuat perasaanmu berubah?

Setelah gladi selesai, aku melihat kembali penampilanku yang kacau balau, “apa yang akan dipikirkan para fans jika melihat penampilanku sekarang, ya?” begitulah pikirku. Bagiku dan Shioriko, maupun  bagi semua orang, ini adalah stage “pertama”, makanya jika aku tiba-tiba tidak bisa bernyanyi atau tidak bisa menari, pasti kalian semua yang menonton akan khawatir. Karena itu, setidaknya cukup perasaanku saja yang dapat terlihat anggun untuk hari H. Kemudian tanpa kusadari, 9 member lain serta semua penonton melalui layar bersamaan dengan komentar hangat mendukungku. 

Selanjutnya aku ingin menunjukkan “Ketsui no Hikari” secara langsung di venue!

Apakah ada pesan atau dukungan dari cast lain mengenai konsernya?

Mereka semua menjadi penopang punggungku. Padahal aku yakin mereka pasti juga merasakan gugup serta cemas, namun mereka sering mengajakku bicara, dan memberiku dukungan…. Selama penampilan, aku terus melihat penampilan mereka melalui monitor, tapi seperti yang kuduga, sosok mereka saat berdiri di atas panggung terlihat begitu keren dan berkilauan. Terutama saat encour hari pertama, jika harus aku katakan rasa kagumku satu per satu dari mereka membawakan lagu dari album pertama…! 

Sebenarnya, sejak aku terpilih untuk peran Shioriko, aku mendapat kesempatan untuk pergi ke School Matching Festival, kerja keras dan perkembangan mereka sejak saat itu benar-benar tersampaikan melalui penampilannya, nuansa ketika mereka menjadikan lagu mereka menjadi miliknya sendiri benar-benar luar biasa. “Semoga suatu hari aku juga bisa tampil seperti itu sebagai Shioriko….” sambil memikirkan itu, sosok gagah berani mereka benar-benar terukir dalam ingatanku.

Dalam konser kedua, lagu “TOKIMEKI Runners” dan “Love U my friends” yang awalnya adalah lagu full member, ditampilkan dengan 10 member termasuk Shioriko. Bagaimana pendapatmu akan hal itu?

“TOKIMEKI Runners” adalah lagu “permulaan” bagi Nijigasaki. Aku benar-benar senang karena kemudian di sana ditambahkan member ke 10, yaitu aku, Shioriko. Saat rekaman aku membayangkan “akhirnya saat ini tiba juga…!” dan aku bernyanyi sambil kegirangan. Untuk lagu “Love U my friends”, aku bahkan sampai dibuatkan kostum pertama yang serasi untuk 10 member…. Saat konser juga, teman-teman berada di sampingku benar-benar membuatku merasa sangat tenang, mereka juga mengajariku koreografi sampai gerakannya seperti seorang guru. Mereka benar-benar dapat diandalkan, dan aku juga akan berusaha semaksimal mungkin sebagai salah satu anggota Nijigasaki agar tidak kalah dari mereka! 

Kemudian, bagaimana pendapatmu mengenai lagu “Just Believe” yang pertama kali ditampilkan pada konser kedua ini?

Ini adalah lagu pertama setelah Shioriko bergabung sebagai member resmi, dan aku mendapat kesempatan bernyanyi di bagian awal lagu, saking senangnya dari awal, bahkan ekspresiku kayak mau meledak saat di konser, hahaha. Kemudian yang paling aku sukai adalah bagian awal reff. Aku mendapat kesempatan untuk menyanyikan bagian “hikari no saki e~” bersama dengan pemeran Yuki Setsuna yaitu Tomoriru (Kusunoki Tomori). Banyak hal yang terjadi pada mereka dalam kisah SIFAS, namun saat mereka berdua berhasil melalui berbagai kesulitan dan bernyanyi bersama, hatiku terasa kayak, tersentuh banget gitu…. Ah, rasanya mau nangis kalau mengingatnya. 

Baiklah yang terakhir, tolong tunjukkan antusiasmemu untuk konser selanjutnya.

Baik bagiku dan Shioriko, konser kedua adalah “konser pertama” kami. Dan berkat cast dan semua fans, kami berhasil melaluinya. Tapi impianku untuk menampilkan “Ketsui no Hikari” dan lagu full member Nijigasaki lainnya di depan semua orang belum terwujudkan. Selanjutnya aku ingin menampilkannya secara langsung di venue, tidak secara online. Mulai sekarang aku akan terus berusaha keras supaya kalian terus mendukung Shioriko. Ke depannya kuharap kalian terus memperhatikanku! 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *