#1 Interview Kusunoki Tomori

Membangun ulang imej Setsuna!

Mencuri pandangan seorang diri!

Selamat atas terlaksananya konser keempat ini! Pertama-tama, kami ingin mendengar pendapat jujurmu setelah digelarnya konser ini.

Kenyataan bahwa banyaknya pendukung kami di penjuru negeri ini sehingga kami dapat datang pada mereka sangat membuatku senang. Sebab biasanya konsernya hanya digelar di Tokyo, jadi mungkin suasananya jadi kayak terasa jauh gitu, tapi aku benar-benar lega karena semuanya menyambut kami dengan perasaan hangat. 12 warna penlight punya kesan yang berbeda pula dengan yang biasanya, lantas hal itu pula yang membuatnya terasa baru dan membuatku terkejut. Dengan Nijigasaki menjadi 12 member, maka kekuatan di panggung, keunikan masing-masing, dan pesona kami juga makin bertambah. Aku tahu Minmin (Homoto Akina) dan Shuushuu (Uchida Shuu) benar-benar gugup, tapi hal itu jadi bagian yang tercampur dalam kenikmatan konser ini. Biasanya jarang-jarang aku dapat melihat penampilan semuanya dengan jelas, tapi kesempatan untuk melihat penampilan semuanya melalui monitor semakin banyak dalam konser ini, dan itu membuat perasaan kagumku pada Nijigasaki, keimutan, dan keinginan untuk mendukung semuanya jadi meluap-luap kembali. Konser ini menjadi konser yang berharga dan sadar akan pesona baru Nijigasaki.

Kamu menampilkan lagu “YADA”sebagai Yuki Setsuna. Bagaimana pendapatmu mengenai yang ini?

Sebab tema lagu ini benar-benar berbeda dengan lagu Setsuna yang selama ini kita dengar, jadi lagu ini benar-benar sulit bagiku! Benar-benar sulit, bukan menyanyikannya, tapi karena aku harus menggugurkan sementara sisi keren dan sosok tangguh Setsuna sebagai School Idol, lalu membangun ulang imej dirinya dengan sisi apa adanya dia. Kalau terlalu imut malah bukan kayak Setsuna, dan aku juga terpaku pada bagaimana caraku menyanyikannya. Kebanyakan penampilan Setsuna dapat memeriahkan seisi panggung, dan jarak dengan penonton pun jadi begitu dekat. Tapi kalau membahas konser keempat, aku rasa aku berhasil memperlihatkan keimutan dan dapat berinteraksi dengan satu per satu penonton. Karena jarakku dengan penonton itu dekat banget, jadi aku bisa melihat reaksi mereka semua dengan jelas loh! Sebab aku jarang bisa melihat respon penonton yang penlight yang diayunkan nya berhenti, terus yang membeku tersipu, jadi rasanya girang banget deh, hahaha!

Kostumnya juga berbeda, ya. Punya aura imut dan berbeda dengan yang biasanya.

Kostum kali ini seakan membelah sosok Setsuna yang sangat mencerminkan seorang idol, tapi karena warnanya scarlet sama dengan warna image color Setsuna, jadi tidak ada perasaan aneh ketika aku mengenakannya. Jujur saja, imej seperti ini yang pertama kali membuatku terpesona padanya sebelum aku menyanyikan lagu “CHASE” milik Setsuna. Aku ingat sekali dulu aku terkejut karena lagu yang didapat ternyata berteman rock, hahaha. Makanya malah seakan membawa kenangan lama. Yang menarik itu pastinya topinya! Sebenarnya topinya akan terlihat berbentuk hati jika dilihat dari atas. Mungkin gak terlalu kelihatan kalau dari panggung, tapi karena kali ini aku naik kereta dorong jadi bisa dilihat dari dekat, mungkin ada yang sadar dengan detail kecil itu.

Terakhir, berikan antusiasme darimu untuk konser kelima nanti!

Anime musim pertama menampilkan karakter perorangan, jadi konsernya terasa kayak melakukan perkenalan diri sekali lagi, namun kali ini ada solo dan unit, jadi aku yakin kami dapat memperlihatkan pesona yang berbeda pula. Aku ingin membuat konser ini  jadi momen indah yang membuat para penonton anime kembali merasakan momen di masa itu lagi. Jadi nantikan saja! 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *