Ketika aku membayangkan lautan cahaya, ada senyum kalian yang jauh lebih jelas terlihat.

Diadakannya tur konser pertama Liella, akhirnya kalian bisa tampil di hadapan para fans. Tolong katakana begaimana perasaanmu sejujurnya.

Aku lebih merasa lega daripada senang ketika dapat bertemu dengan semuanya. Aku selalu ingin bertemu secara langsung dengan mereka, makanya aku bersyukur banget karena diadakannya tur konser ini. Sudah pasti saat gladi aku sambil membayangkan semua penonton di kursi penonton, tapi pas sudah berdiri di atas panggung beneran berbeda dengan yang aku bayangkan. Yang aku bayangkan adalah banyaknya cahaya lightstick dari kursi penonton, tapi nyatanya lebih terlihat jelas wajah mereka di sana. Pas aku nonton rekaman Love Live Series, wajah para penonton gak kelihatan. Sama halnya dengan itu, betapa berkilauanya cahaya dari kursi para penonton seperti lautan cahaya yang aku bayangkan. Aku senang banget bisa tampil sambil melihat satu per satu wajah para penonton. Aku sangat gugup saat penampilan hari pertama di Gunma, tapi tepat saat aku berdiri di panggung dan melihat barisan pertama penonton, aku sangat terkejut karena jarak di antara kami dekat banget, dan semua gugupku terbang hilang begitu saja. Reaksi para penonton juga begitu hangat…. Wajahku awalnya agak sedikit ketakutan, sih, tapi dengan melihat wajah para penonton, aku bisa berdiri di atas panggung dengan perasaan tenang. 

Apakah ada momen berkesan selama konser?

Sebelum lagu “Tiny Stars” dimulai, aku dan Sayu (Date Sayuri) bergandengan tangan menyesuaikan dengan adegan di animenya, namum saat hari pertama kami gagal melakukannya karena menyesuikan timingnya itu susah banget…! Aku kesal banget, makanya setelah konser selesai kami latihan sebanyak mungkin agar setelah penampilan hari kedua di Gunma kami bisa terus berhasil melakukannya. Ekspresi saat Keke menerima tanda dari Kanon juga kami lakukan sebagaimana di animenya. Jika melakukan itu, hamparan pemandangan cahaya sebelum kami bernanyi itu juga dapat menjadi pengalaman bagi diri kami. Hanya dengan berpegangan tangan, tapi dengan adanya itu, perasaan lega yang timbul benar-benar berbeda, dan aku merasa kami dapat berjuang walau hanya berdua. Beneran berasa kayak Kanon dan Keke sungguhan yang berada di situ, dan itu adalah stage yang sangat aku sukai. 

Koreografi lagu “Tiny Stars” itu perjuangan banget!? Aku kesulitan menghapal lirik dan tariannya.

Apakah ada bagian yang harus jadi PR selama tur konser?

Aku gak terlalu sering menari sebelum terlibat dalam “Love Live Superstar!!” ini, makanya tariannya benar-benar tantangan bagiku. Sebab yang paling pertama adalah latihan dengan memisahkan tarian dan lagu, makanya aku sering banget kelupaan lirik lagu jika terlalu fokus dengan tarian, atau lupa dengan koreografinya kalau terlalu fokus dengan liriknya. Menyelaraskan lagu dengan tariannya yang memakan banyak sekali waktu. Untuk lagu “Tiny Stars” kami memasukkan koreografinya dulu, dan di saat bersamaan aku mati-matian menghafalnya, awalnya kukira bakalan mustahil, tapi kalau diingat lagi kayaknya gak sesulit itu deh, wkwk. Menghafal lirik lagu juga salah satu kesulitan bagiku. Sebab kurang lebih ada sekitar 20 lagu…! Terutama lirik lagu “1, 2, 3!” yang setiap reff-nya hampir selalu berbeda, sulit banget mengingatnya. Sering juga kalau aku habis menghapal koreografi, sudah capek-capek menghapal satu saja, rupanya di bagian selanjutnya malah berubah total… Aku gak terlalu cepat menghapal gerakan tariannya, makanya pas di tengah-tengan pemaduan lirik lagu dan gerakan tariannya adalahg bagian yang paling berat bagiku. Terus, “Day 1” gak ada koreografi yang pasti tuh, jadi kami harus tampil penuh semangat sebebasnya saja, makanya aku sering kelupaa liriknya kalau terlalu mikirin gimana buat koreografi yang keren gitu. Tapi aku rasa aku sudah jauh lebih berkembang dibandingkan saat pertama-tama! 

Banyak lagu yang punya koreografi yang sulit namun berkesan, tapi bagaimana dengan staminamu sendiri?

Kalau aku pokoknya lari naik tangga paling gak suka. Naik peron kereta saja aku sudah kesulitan, sampai-sampai member lain mengkhawatirkanku… Mungkin akua gak mirip dengan Keke-chan, hahaha. Tapi entah kenapa untuk tarian dan lagu aku baik-baik saja. Kalau stamina mungkin mengikuti dengan gladi dan latihan harian saja. Waktu event rilis online aku lumayan kelelahan, tapi sekarang kurasa staminaku sudah terbentuk!

Di saat aku terpuruk, komentar fans di medsos membuatku bersemangat lagi.

Menurutku memang sejak awal Liyuu sendiri pergi ke konser karena suka Love Live Series, tapi bagaimana perasaanmu saat dirimu sendiri yang berdiri di atas panggung?

Ketika itu terjadi, aku akan teringat diriku yang dulu. Misalnya, kalau ada member yang bilang “Para penonto live viewing” sambil mengahap ke kamera, aku kayak ngikut ngerasa “Aku juga nonton, loh~”, wkwkwk. Meski aku melihat kursi penonton dari panggung, semua yang datang ke venue adalah mereka yang mencintai Love Live Series, berkumpul di tempat ini karena mereka mendukung Liella, kayak aku merasa kayak pernah bertemu mereka entah di mana dulu pas di event atau di konser. Biasanya banyak yang komentar di namahoso atau di medsos tuh, terus mereka yang selalu ngirim pesan berkumpul di sisi, semuanya seperti saling kenal gitu. Makanya pas MC aku sering bilang kayak “Aku kenal tuh orang!”, wkwk. Aku juga pernah dapat pesan selain dari Jepang, beberapa waktu lalu ada juga pelajar dari Cina yang kuliah di sini komentar “Aku nonton dari lantai dua, tapi aku merasa kayak kamu saling tatap. Seneng banget, sih!” Saking terharunya, aku pengen menemuinya. Jadi ingta dengan diriku waktu dulu nonton konsernya μ’s.

Ternyata memang benar banyak komentar dari para fans yang menjadi kekuatan bagimu?

Benar banget! Tiap kali kami selesai konser, kami bakal ngadain meeting evaluasi, bukan mebahas apa yang berhasil kami lakukan, malah jadi sedih karena kebanyakan memikirkan kegagalan kami. Kami kembali ke hotel dengan segudang perasaan negatif, baru kemudian kami dengar pendapat dan ulasan dari semua orang di medsos. Saat kami melakukan itu, yang ada hanya pujian belaka! Saat aku murung karena gagal melakukan suatu bagian, namun saa aku melihat komentar penonton, aku bisa jadi kayak mikir positif “Mungkin lebih bagus dari yang aku pikirkan, deh.” Makanya aku senang banget kalau ada yang memberikan kesan-kesannya. Aku benar-benar merasa dukungan semua orang menjadi kekuatan bagi kami.

Bicara sambil membaca naskah itu beneran tantangan banget! Sebuah usaha yang disembunyikan oleh Keke yang periang.

Penayanagan musim pertama anime kalian telah selesai sampai episode 12. Kalau kita ulas balik, bagaimana menurutmu?

Waktu penyiarannya dimulai, bahkan ketika aku nonton animenya, aku mikirnya kayak “Animasi itu hebat banget, ya, untung banget aku bisa jadi cast-nya”, gitu. Tapi, kalau melihat tur yang sekarang sedang berlangsung, aku bisa berpikir bahwa “Kami juga bagian yang menciptakan kisah ini, ya.” Bahkan biasanya kalau nonton bareng berlima dengan semua cast, kelihatan banget rasanya kayak mirip banget dengan member Liella-nya. Aku juga mikir dari dulu kalau aku dan Keke-chan itu agak mirip, tapi kalau sekarang aku mikirnya kayak “Nih anak jangan-janan bakalan jadi gue!?”, wkwk. Sebegitu dekatnya persamaan member dengan cast-nya. 

Ikatanmu dengan member jadi semakin erat, ya! Liyuu kan kelahiran Shanghai, apakah membaca naskah juga jadi kesulitan bagimu?

Sebelum kami dubbing, kami sudah dapat scenario sampai episode 11. Dari awal aku memang gak terlalu mahir membaca Bahasa Jepang, makanya aku khawatir apakah nanti aku bisa membacanya atau tidak… (Sambil mencontohkan ketebalan naskah dengan jari) APALAGI NASKAH YANG SETEBAL INI! Gimana caranya aku bisa membaca skenarionya gitu, tapi satu per satu halaman, satu per satu hurufnya aku cari di internet, jadi pertama-tama aku bisa membacanya dengan lancar. Sebab dubbing-nya sekitar sebulan ke depannya, jadi selama setiap minggu aku harus terus membaca 3 episode, terus naskah tetapnya keluar seminggu sebelum rekaman, jadi aku harus membaca ulang itu dan memadukan emosi di dalamnya. Terlebih dahulu aku mempersiapkan segalanya, jadi saat aju pertama kali membacanya, aku sudah jauh lebih mahir, makanya dari situ aku siap-siap untuk dubbing sebenarnya. Hampir semua pertama kali bagiku, jujur  saja aku melakukannya tanpa tahu apakah itu bagus atau tidak, tapi Sutradara Takahiko Kyougoku tertawa di adegan Keke-chan. Makanya aku bisa berpikir bahwa pas bagian itu aku jangan-jangan lumayan bagus. Untuk bagian yang direkam ulang itu sendiri juga sedikit, sampai aku mikir kalau Bahasa Jepangku segitu payah makanya mereka menyerah, tapi aku beranikan diriku untuk bertanya pada Sutradara Takahiko Kyougoku, dan dia bilang “Bagus kok, tenang saja,” gitu, saat itu aku benar-benar tenang. Hatiku benar-benar cemas deh pokoknya. 

Rupanya ada usaha yang begitu besar di balik layer, ya. Sekarang pun kamu terus latihan Bahasa Jepang?

Sebelum tur ini dimulai, seminggu sekali aku latihan mandiri. Banyak banget kosakata yang tidak aku mengerti di kehidupan sehari-hari, makanya akhir-akhir ini aku sering nanya-nanya ke member lain “Itu apaan? Artinya apa dah?” Jujur saja, MC tur ini juga, kayak ujian ngomong pakai Bahasa Jepang, wkwk. Tapi, kalau kebanyakan menyiapkan pesan-pesan sebelumnya juga bakalan membuatku tidak bisa menyampaikan apa yang aku rasakan saat itu, belakangan kalau ada waktu pas ganti baju, aku akan mencatat hal-hal penting untuk disampaikan. Tapi kayaknya memang masih banyak kata yang salah saat tampil, ya. Gimana caranya agar aku bisa memadatkan sapaan dengan bagus aku sendiri juga gak paham, tapi, semuanya, tolong dibimbing akunya, ya…!

Apakah ada ambisi baru yang lahir melalui tur ini?

Akhir-akhir ini aku benar-benar merasakan bahwa Love Live Series itu adalah proyek yang disukai oleh semua orang di seluruh dunia. Baik saat siaran konser, banyak sekali komentar dan dukungan dari orang-orang selain dari Jepang dan Cina. Banyak banget komentar yang bilang “Aku tinggal di luar negeri, makanya sedih banget gak bisa ikutan tur kali ini,” “pokonya suatu hari aku bakalan ikutan!”, makanya suatu hari aku ingin bisa ke luar negeri untuk menemui mereka secara langsung.

Yang terakhir, tolong berikan pesanmu untulk para fans sekalian.

Terima kasih karena telah bersama-sama untuk menciptakan konser selama ini! Alasan kenapa setiap kali konsernya sedikt terasa berbeda adalah berkat partisipasi kalian seisi venue. Agak sedih rasanya karena tur ini sebentar lagi akan berakhir, tapi kuharap mulai sekarang aku bisa terhubung dengan kalian di berbagai tempat. Untuk kalian yang tidak bisa ikut berpartisipasi kali ini, aku yakin pada akhirnya kita pasti bisa bertemu, jadi nantikan saja, ya! 

2 thoughts on “Interview Liyuu | Love Live! Days Liella Special”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *