Kaorin tetaplah Kaorin

Ucapan dari para fans menjadi motivasi

Bagaimana perasaanmu ketika lolos dalam project Love Live?

Waktu pengumuman cast Nijigasaki di “Tokyo Game Show 2017”, aku baru setengah tahun debut sebagai seiyuu, jadi itu pertama kalinya aku mendapatkan peran yang besar. Melihat puluhan pasang mata berkumpul, baru aku bisa benar-benar merasakan diriku bergabung dengan project Love Live. Selain itu, karena memang sejak awal Shizuku adalah murid pindahan, jadi ada banyak penggemar yang sudah mendukungnya sejak lama. Tentu aku juga merasakan tekanan dari hal tersebut. Karena aku akan berjalan beriringan dengan Shizuku yang mereka cintai. Untuk menanggapi hal itu, maka aku harus menghadapinya dengan gagah berani. Hanya saja, selama beberapa event berlalu, banyak fans yang bilang padaku “jadi aja dirimu sendiri”, “perlahan nanti juga jadi Shizuku, gak usah buru-buru”…. Sejak saat itu, perlahan aku bisa mengeluarkan keunikanku sendiri, lalu seolah-olah Shizuku yang berjalan datang menghampiriku.

Saat konser, kukosongkan isi kepalaku dan menjadi Shizuku!

Kalau mengulas kembali kegiatan kalian selama ini, apakah ada kegiatan yang menjadi titik balik bagi Nijigasaki?

Pastinya event perilisan album pertama Nijigasaki yaitu “TOKIMEKI Runners”. Di tempat itu kami menyelaraskan gerakan dan “menarik perhatian”, sehingga aku kembali merasakan bahwa ini adalah konten menjadi keterikatan bagi kami. Bagiku pribadi, event ini adalah sebuah “permulaan”. Acara pelepasan setelah penampilan, aku merasakan semangat para fans seolah bilang “boleh juga nih Nijigasaki!”, sehingga aku senang mengetahui bahwa perasaan kami ternyata sampai pada mereka.

Melalui berbagai interaksi dengan mereka, hingga akhirnya diadakan “School Matching Festival” pada tahun 2019. Bagaimana perasaanmu ketika latihan dan sebelum konser?

Lagu solo “Anata no risou no heroin” itu adalah lagu low tempo yang paling terasa penyampaian perasaannya. Di bagian pertengahan ke akhir lagunya ada nuansa akting, waktu pertama kali melihatnya di video aku benar-benar merasa itu sulit. Kalau cuma mengandalkan semangat pasti gak bisa, jadi kalau tidak dari lubuk hatiku yang paling dalam, nanti para penonton akan lesu. Ada bagian yang mau sebanyak apapun aku ulangi, temponya selalu terlalu cepat. Aku tahu aku tidak boleh terlalu cepat, tapi tetap susah banget menyesuaikannya. Tapi setelah berulang kali melakukannya, aku yakin pasti tubuhku semakin selaras dengan lirik lagunya dalam arti yang sebenar-benarnya. Dalam satu momen aku mencoba mengosongkan isi kepalaku dan menjadi Shizuku. Lalu setelah aku mencobanya dengan sensasi itu, aku benar-benar sempurna melakukannya! Saat konser jika lagu dan lirik dan koreografi, jiwa dan raga, tidak saling menyatu, maka aku tidak dapat menyampaikan lagunya dalam arti yang sesungguhnya. Sehingga dalam konser, aku merasa dapat mencapai hal tersebut.

Dalam koreografi di lirik “kitto me wo mite wa ienai kara”, kamu benar-benar terasa seperti Shizuku itu sendiri.

Lirik itu benar-benar menggambarkan seorang Shizuku, sebuah bagian yang mendedikasikan dirinya. Aku juga mendalami setiap bagian dari liriknya, dan menari sambil membayangkan keadaannya. Karena aku membayangkan bagaiman Shizuku bergerak dalam sebuah bagian, perasaan apa yang dituangkannya untuk disampaikan pada sang “senpai”, sehingga secara alami aku dapat mencerminkan Shizuku. Kemudian, ada sebuah kalimat yang diucapkan Shizuku di bagian akhir, aku beneran suka bagian itu. Aku rasa awalnya Shizuku tidak percaya diri. Jadi dia khawatir, apakah dirinya pantas atau tidak. Tapi setelah dia melalui itu, maka muncullah adegan itu. Makanya aku percaya walau tidak terucapkan dengan tepat, tapi para penonton pasti dapat memahaminya. Kalau ada kesempatan untuk melihatnya lewat video, kuharap bagian itu dapat kalian resapi sebagai kalimat yang diucapkan oleh Shizuku!

Ada banyak hal menunggu termasuk pula konser. Yang manakah yang paling kamu nantikan?

Yang pertama pastinya konser perdana, aku ingin memperlihatkan perkembangan kami bersembilan. Sekarang aku makin berdebar-debar jika membayangkan penampilan kami dapat meraih lebih banyak orang! Kemudian Love Live Festival yang akan diadakan pada Januari tahun depan. Aku akan berjuang sepenuhnya agar semua orang menganggap Nijigasaki itu seru! Aku ingin menunjukkan potensi tak terbatas yang dimiliki oleh Nijigasaki, bak ujung pelangi yang tak terlihat, dan menjadi sosok yang dapat memeriahkan seri Love Live. Sebab kami tidak boleh selamanya jadi sosok yang polos saja!

2 thoughts on “Interview Maeda Kaori | Love Live! Days Vol. 2”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *