Apakah ada momen penting ketika kamu lahir?

Katanya aku lahir lancar-lancar aja, ahaha. Hanya saja karena tubuhku kecil, dan sempat masuk bangsal bayu prematur untuk sesaat. Makanya ibuku sangat mengkhawatirkan diriku dan kurasa dia merasa bersalah. Tapi, walau dengan tubuh yang kecil namun sangat aktif, jadi langsung diyakinkan bahwa aku hanya bayi yang sehat.

 

Meski tubuhnya kecil tapi sehat, itu benar-benar menggambarkan dirimu yang sekarang, ya.

Sepertinya itu bawaan lahir, deh, haha. Lalu, ini cerita aneh saat aku tak lama lahir, aku pernah mendengarnya dari ibuku. Sebelum ibuku melahirkanku, katanya dia sering bermimpi sedang bicara dengan seorang gadis kecil, jadi dia merasa ada ikatan batin yang dekat dengan gadis kecil itu. Kemudian aku lahir, dan ketika dia melihat wajahku secara naluriah dia merasa bahwa “Anak ini adalah gadis yang sering muncul dalam mimpiku.” Aku yang mendengar kisah itu juga merasa aneh, namun entah kenapa rasanya sangat meyakinkan. Nyatanya, setelah aku menjadi gadis yang suka bercerita yang dengan gembiranya berbicara dengan ibuku setiap hari.

 

Meski awalnya langsung ke bangsal bayi prematur, tapi setelah itu kamu tumbuh dengan sehat, ya.

Aku kayak bayi yang seperti gumpalan energi. Sejak sebelum bisa bicara, aku sering bicara “^&^%%^^T^^%&” ke nenekku, dan sering juga tertawa. Kakekku sampai ngomomg “Anak ini suka bicara, ya.” Lalu, karena rumah kami berada di pedesaan jadi kami sering melihat rakun di halaman, bahkan aku sering mencoba menangkapnya, haha. Aku juga sering main petak umpet ketika pergi berbelanja dengan Ibu di supermarket… Saking aktifnya, Ayahku sampai khawatir, haha.

 

Apa memorimu yang paling lama?

Waktu aku lagi melakukan tarian “Alps” (Alps Ichimanjaku) dengan Kakek di halaman, ada dua ekor rakun muncul dan aku berteriak “Ada rakun!” kayaknya, haha.

 

Lagi-lagi rakun?

Mereka benar-benar sering muncul. Kurasa itu waktu aku berumur 2-3 tahun.

 

Kamu akrab sekali dengan kakekmu, ya.

Waktu itu aku sering banget sama kakek dari ibu. Meski pada akhirnya dia wafat ketika aku berumur lima tahun… Kakekku itu katanya dahulu beliau mencapai dunia akting.

 

Mungkin alasan kamu jadi seiyuu karena mewarisi darah kakekmu.

Mungkin benar adanya. Kakek dari ayahku sekarang juga masih sehat wal afiat, dia juga sering mempelajari sesuatu, pokoknya dia kakek yang hebat. Dia juga sering mengajariku banyak hal soal akting, dan dia mendung penuh dari lubuk hatinya karierku sebagai seiyuu.

 

Omong-omong, bagaimana akhirnya kamu bisa mendapat nama “Kaori” itu?

Sepertinya awalnya aku mau dinamai ‘Hiromi’.

 

‘Maeda Hiromi’ ya, kayaknya agak beda sama gambaran dirimu, haha.

Iya, kan! Haha. Lalu setelah itu ayahku bertanya pada guru sepuhnya, gurunya memberi saran, ‘Nama ‘Kaorin’ pasti bagus’, ‘Jika ada ‘Itohen’ pasti akan jauh lebih bagus’.

 

Begitu rupanya.

Ditambah, nama ‘佳織‘ saja sudah bisa dibaca ‘Kaori’, jadi tambahkan ‘‘ di akhir, katanya. Dengan begitu katanya jumlah kanjinya akan sempurna. Aku yang penasaran juga mencaritahu tentang arti nama ‘前田佳織里‘ ini, dan hanya arti yang bagus yang aku temukan, hahaha. Arti namanya adalah ‘Berjuang dengan konsisten dan menjadi semakin mahir’. Kalau tidak salah aku pernah ditanya ‘Bagaimana nama panggungmu?’ oleh manajerku ketika aku pertama kali masuk dunia entertainment. Ada beberapa nama yang disarankan seperti ‘Nogawa Kaori’, atau ‘Haruno Kaori’, namun tidak ada nama yang benar-benar cocok denganku…

 

Malah terdengar seperti penyanyi Enka.

Benar, kan, haha. Terlebih aku juga ingin menghargai nama ini baik-baik, jadi setelahnya aku tetap menggunakannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *