Aku ingin dikenal lebih banyak orang

Masih banyak potensi tersembunyi Nijigasaki

Coba ceritakan bagaimana perasaanmu ketika lolos dalam project Love Live?

Aku sudah suka Love Live dari dulu, jadi pokoknya aku pengen banget diterima dalam audisinya. Untungnya aku lolos, dan aku melompat-lompat kegirangan di agensi ketika mendengar kabar itu!

Nijigasaki adalah School Idol yang berawal dari “Love Live! School Idol Festival All Star”, bagaimana pendapatmu mengenai perbedaan dengan grup lain ini?

Kegiatan solo Nijigasaki itu beneran cocok dengan game SIFAS. Dengan mendukung salah satu oramg di game ini, mendengarkan lagunya, membuatmu jadi lebih ingin mengenalnya. Lantas, dengan melanjutkan permainannya dengan cara seperti itu, maka kamu bisa memperdalam ikatan dengan member yang kamu suka, dan menemukan satu sisi baru darinya! Aku kan juga suka main game, jadi aku juga pengen memperdalam ikatanku dengan member yang aku suka, tentunya sebagai player!

Dalam rentetan kegiatan Nijigasaki, apakah ada momen yang paling berkesan bagimu?

Acara penyerahan pas Desember 2018. Untuk pertama kalinya aku melakukan sesuatu sebagai Kasumin di acara penyerahan tersebut. Aku juga suka idol loh, jadi aku juga pernah pergi ke acara penyerahan maupun acara jabat tangan mereka, jadi aku ingat pengalaman itu. Kalau kita jadi yang nerima pastinya gak bisa bicara karena saking gugupnya, ada yang mau dibilang pun gak terucap, ada kalanya emosi jadi bercampur aduk. Dalam pengalamanku, kalau mulai ditanya “asalmu dari mana” itu bakalan beneran membantu, jadi pas aku jadi yang menyerahkan, aku sudah siap-siap untuk menyiapkan topik untuk dibicarakan dengan yang menerima. Dengan begitu para penggemar akan senang, dan aku pun aku akan ikut senang. Mulai sekarang aku ingin menghargai Kasumin dan perasaan para penggemar kedepannya!

Tujuan Nijigasaki menurut seorang Sagara Mayu. Apakah ada sesuatu yang ingin lakukan dan wujudkan?

Masing-masing dari kami berjuang lebih keras dibanding sekarang, dan menjadi Nijigasaki yang jauh lebih hebat! Ada member yang menyanyikan warna lagu yang berbeda dengan album pertama dalam album kedua, dan dengan merilis lagu seperti ini, aku yakin potensi dan pesona Nijigasaki akan jadi semakin luas. Demi itu, maka aku ingin berjuang lagi agar dikenal lebih banyak orang dan bisa merilis lagu baru lagi kedepannya!

Gak bakalan tersampaikan kalau hanya setengah-setengah!

“Imut” dan “skema jahat”

Membahas mengenai kegiatan Nijigasaki, artinya tak lepas dari “School Matching Festival” yang diadakan pada Maret 2019. Kalau kita ulas kembali, bagaimana pendapatmu mengenai konser itu?

Untuk pertama kalinya disana aku bernyanyi dan menari sendirian dan merasakan betapa sulitnya hal tersebut. Waktu awal-awal masa latihan, aku pernah cuma menari tanpa bernyanyi, tapi aku masih tetap kehabisan napas. Aku melakukan segalanya sampai mepet waktu konser untuk dapat memperagakan koreografi yang dibuat untuk menggambarkan diri Kasumin. Lagu solo Kasumin yang berjudul “DIAMOND” adalah lagu yang dapat memunculkan “keimutan” dan “skema jahat” Kasumin secara bergantian. Ada banyak “keimutan” yang bertebaran di dalam lagunya, dan terkadang pula dapat terlihat disana. Yang jadi gap itu ada di bagian “skema jahat”-nya. Kalau hanya setengah-setengah, maka bagian itu jadi gak mencolok, jadi sisi menggoda dan skema jahatnya harus aku tampilkan secara maksimal! Dalam reff lagunya, aku fokus untuk menampilkan keimutannya sebagai seorang idola. Call & response Kasumin juga menurutku yang paling meriah saat konser, jadi aku mempertimbangjan bagaimana aku dapat membawa banyak kemeriahan ke dalamnya. Aku agak cemas karena baru pertama kali menampilkannya, tapi asal aku percaya dan berusaha semaksimal mungkin, aku yakin respon yang aku dapat pasti juga baik. Jarak dengan penonton begitu dekat bahkan sampai aku dapat melihat wajah mereka, dapat melihat mereka berteriak “LOVE KASUMIN” dengan senyum di wajahnya benar-benar membuat hatiku senang. Lalu kalau membahas kejadian di belakang panggung, “LOVE KASUMIN” yang pas konser dengan koreografi awalnya tidak sama loh! Aku pernah minta saran dari pelatih tariku, jadi kami kemudian membahas “gimana kalau kita masukkan elemen yang dapat memeriahkan suasana dalam jangkauan penonton”, maka jadilah koreografi itu.

Coba jelaskan perasaanmu sekarang dan tujuan kamu kedepannya mengenai kegiatan Nijugasaki.

Aku benar-benar berterima kasih album kedua kami dan “SIFAS” rilis berdekatan dengan diadakannya konser pertama Nijigasaki. Jika kalian dapat mengenal lebih dalam anggota Nijigasaki lewat game lalu datang ke konser, aku yakin pasti akan ada keseruan lain yang lahir. Dengan dirilisnya SIFAS, itu artinya kisah member Nijigasaki telah dimulai. Kami akan berusaha agar kalian dapat merasakan event langsung sambil memainkan gamenya. Aku ingin memperlihatkan sosok kami yang telah berkembang pada kalian semua di konser kali ini!

 

 

One thought on “Interview Sagara Mayu | Love Live! Days Vol. 3”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *