Zaman kanak-kanak, di mana aku mulai mengejar impianku setelah melihat punggung kakak perempuanku.

Pertama, coba kemukakan pendapatmu tentang pemotretan kali ini.

Pemotretan kali ini terbilang jarang ada, karena yang difoto adalah aku yang sedang menyiapkan kamera. Selama ini aku tidak sering memotret di outdoor, jadi rasanya menyenangkan dapat melihat berbagai pemandangan.

Itu merupakan hal yang bagus. Apakah ada lokasi yang secara khusus kamu sukai?

Jika harus kukatakan, aku suka jembatan pejalan kaki! Aku suka langit, jadi ketika aku memandang ke atas, pemandangannya terlihat sangat indah.

Baiklah, Sashide-san yang seperti itu untuk pertama kalinya tampil di majalah ini. Oleh sebab itu, kami ingin mendengar pengalaman serta pendapat lain dari sudut pandangmu, tapi sebelum itu, sejak kecil kamu sebenarnya ingin jadi apa?

Dari dulu aku berharap “aku ingin berdiri di panggung”, “aku ingin tampil di musikal”. Yang membuatku menginginkan hal tersebut adalah karena kakak perempuanku memilih jalan itu duluan dan ikut dalam sebuah audisi. “Kalau kakak kesana aku juga mau kesana!”, kemudian aku mengejarnya.

Itu berarti, kamu juga mengikuti audisi?

Benar. Aku juga bergabung dalam sebuah agensi. Kemudian, aku juga belajar bernyanyi dan menari, tapi itu juga pengaruh dari kakak perempuanku.

Misalnya, audisi apa yang kamu ikuti?

Aku mengikuti audisi “Annie”, aku juga menonton pertunjukannya sebagai penonton, jadi itu punya kesan mendalam bagiku.

Itu disebut-sebut sebagai ajang untuk aktor cilik untuk mendapat popularitas, ya. Hanya saja, aku juga pernah dengar kalau itu cukup menantang.

Kamu benar. Audisi “Annie” adalah acara tahunanku setiap musim gugur sejak zaman anak-anak. Aku punya PR untuk menyanyikan lagu bawaan dalam audisi kedua, dan kalau hasil audisinya keluar hari itu juga, aku langsung lanjut ke audisi selanjutnya di lain hari. Tapi, aku kebanyakan berakhir di babak kedua, sih.

Kamu sudah menjalani pengalaman yang keras sejak di umur segitu, ya… Tapi di sekolah, kamu anak yang seperti apa?

Hhmm… Anak yang “harus melakukan hal yang berbeda dengan yang lainnya!”

Apa alasanmu melakukan itu?

Mereka yang berdiri di atas panggung merupakan sosok istimewa bagiku, jadi aku merasa tidak boleh sama dengan orang-orang di sekitarku. Kalau dipikir lagi sekarang, memang kebanyakan agak memaksakan diri, tapi meski teman sekelasku asik-asiknya main game, aku dengan kesadaran penuh memilih untuk tidak bergabung dalam circle tersebut.

Itu menunjukkan betapa besarnya cintamu pada panggung. Apakah ada aktor yang kamu kagumi di saat itu?

Kalau itu kayaknya kakak perempuanku sendiri, deh. Sebab kakak perempuanku terpilih dalam audisi dan pernah berdiri di atas panggung secara langsung, melihat itu membuat kekaguman dan keinginan untuk “jadi seperti kakak” semakin besar.

Pastinya Sashide-san di masa kanak-kanak penuh dengan keinginan untuk berdiri di panggung, ya.

Kurasa memang benar begitu adanya. Aku juga tidak terlalu aktif mengikuti klub sekolah, sehingga aku belajar segala hal yang dibutuhkan untuk berdiri di atas panggung setiap harinya. Satu-satunya hobiku yang dapat kukatakan kurasa hanya tidur di bawah sinar matahari.

Kalau itu… sepertinya cocok denganmu, hahaha.

Aku sering melamun sendirian di dalam kelas, hahaha. Bahkan guru-guru pun akan cemas kalau ada murid yang seperti itu. Jadi mereka sering menanyakan keadaanku. Padahal aku mah biasa saja menikmatinya, hahaha.

Baiklah, sejak kapan kamu mulai fokus ingin jadi seiyuu?

Sejak awal ibuku sangat suka anime, jadi sejak kecil aku dibesarkan dalam lingkungan yang TV-nya hanya diputar anime. Oleh sebab itu, aku memang fokus pada pekerjaan menjadi seiyuu tapi tidak benar-benar berniat untuk mewujudkannya. Hanya saja, saat pertama kali aku tampil di panggung waktu itu saat kelas 1 SMA, ibuku bilang kalau suaraku mengagumkan. Aku memang sudah tahu kalau aku mempunyai suara yang unik berdasarkan kata teman-teman seangkatanku, tapi setelah ibuku mengatakan hal itu, aku kembali sadar bahwa suaraku benar-benar berbeda dari yang lainnya. “Ada baiknya aku menonjolkan suara ini”, makanya aku berpikir untuk menempuh jalan menjadi seiyuu, dan segera mengikuti sekolahnya.

Mengetahui bahwa kamu langsung bergerak dari sana membuatku kagum. Apakah kamu tidak terpikir untuk melanjutkan ke jenjang yang sama seperti perguruan tinggi setelah lulus SMA?

Aku ngotot untuk ikut audisi setelah sudah tahu ingin jadi apa kedepannya. Sebab aku dibesarkan dengan cara seperti itu sejak kecil, aku juga tidak memikirkan awalan maupun kehebatannya. Aku juga suka berbeda dari yang lain. Jadi aku coba ikut audisi, kebetulan aku dapat maju hingga babak akhir. Waktu itu aku berpikir “mungkin dari sini aku dapat menumbuhkan bakatku”. Kemudian, aku mulai ikut sekolah (seiyuu) sejak kelas 2 SMA. Aku agak bingung karena di sekelilingku semuanya adalah orang dewasa, jadi kalau ikut pesta minum kadang aku bingung harus duduk di mana, ada banyak hal lain yang aku pelajari selain akting.

Omong-omong, bagaimana panggungmu saat kelas 1 SMA?

Sebuah seri biasa yang banyak orang dewasanya, aku memerankan seorang gadis yang akan meninggal karena penyakit. Kisahnya agak berat, sih.

Setelah merasakannya langsung, bagian mana dari akting yang menurutmu menarik?

Saat menghafal dan menelaah naskah, kemudian sadar bahwa mulutku berucap sendiri ketika mendengar kalimatnya. Itu benar-benar aneh. Aku tidak berusaha melakukan sesuatu agar menjadi perannya, tapi kata-katanya keluar dengan sendirinya dari mulutku. Mungkin ini yang disebut menjadi peran, menurutku ini menarik. Waktu itu aku adalah anak yang tidak percaya diri, jadi ada perasaan berdebar-debar saat menjadi orang yang berbeda.

Aku Ingin Menemukan Jati Diriku dan Terus Berkembang

Baiklah, membahas dirimu ketika telah menjadi seiyuu. Dalam sepanjang perjalanan karirmu, seri apakah yang menjadi titik balikmu?

Tentu saja ketika aku memerankan Emma Verde dalam “Love Live! Nijigasaki High School Idol Club” (disingkat Nijigasaki).

Itu seri yang besar, ya.

Sebab aku sudah main SIF (School Idol Festival) sejak di bangku SMP, ditambah aku sudah akrab dengan kontennya, tapi awalnya aku sangat terkejut karena tidak pernah menyangka akan tampil dalam seri ini. Kemudian, seingatku aku juga benar-benar senang waktu itu. Kesempatan untuk berdiri di depan orang ramai semakin bertambah, mengadakan konser dan merasakan banyak pengalaman. Aku juga merasa ini adalah konten yang dapat membuatku bekembang pesat.

Ditambah, tak lama setelah kamu memulai debut, kamu mendapat teman yang seangkatan denganmu itu merupakan hal yang bagus. Misal dalam audisi, kebanyak seiyuu pastinya berjuang seorang diri.

Itu benar. Seiyuu yang seangkatan denganku memang harus dipandang sebagai saingan, namun  member Nijigasaki tidak begitu menonjolkan persaingan yang ketat, mereka merupakan rekan yang saling memicu satu sama lain. Mereka adalah teman-teman berharga yang mau mendengar keluh kesahku dan bisa saling mengulurkan tangan.

Bulan Mei nanti akan ada konser di Metlife Dome, ya. Ini skala yang kurasa pertama kali bagimu, bagaimana perasaanmu?

Astaga… Saking besarnya malah membuatku gugup, hahaha. Aku jadi melupakan banyak hal. Aneh sekali, ya. Hanya saja, di tengah-tengah perasaan itu, akhir-akhir ini aku dapat melakukannya dengan senang. Sebelumnya, aku terlalu tertekan untuk memberikan kualitas terbaik, tapi sekarang aku sadar bahwa selain kualitas, yang terpenting juga adalah aku menikmatinya. Dengan begitu, rasa senang itu juga akan tersampaikan pada penonton dan menjadikannya penampilan yang jauh lebih bagus lagi. Sejak aku mulai fokus akan hal itu, perlahan-lahan aku mulai tidak gugup lagi.

Justru karena itu seri yang menjadi titik balikmu makanya ada banyak hal yang kamu peroleh dari sana. Kemudian, 5 tahun sejak debutmu sebagai seiyuu. Kalau kita ulas balik, bagian manakah yang kamu rasakan ada perkembangannya?

Aku jadi bisa menghadapi diriku sendiri, juga bisa memahami aku ini orang yang seperti apa. Dalam akting, pengalaman dan ekspresiku sebagai aktor sudah pasti akan ditonjolkan, tapi sebelum itu aku harus memahami kembali dengan pasti apa yang kurasakan dan kupikirkan saat ini. Mungkin aku sudah bisa melakukan hal itu sekarang.

Setelah memerankan banyak peran, pastinya itu yang membuatmu merasa “pasti aktingku akan lebih mudah jika melakukan itu”, ya.

Benar. Dulu aku terlalu payah untuk bicara dengan orang lain, sebab aku tidak memahami aku ini orang yang seperti apa. “Apa yang aku suka, apa yang membuatku tertarik”, hanya itu yang aku fokuskan, sehingga secara bertahap aku mulai bisa bicara dengan orang lain, dan sekarang aku dapat mengekspresikannya. Walau masih perlahan-lahan.

Perlahan ketika kamu memahami dirimu sendiri, kepercayaan diri pun mulai mengikutinya, begitu maksudmu?

Benar sekali! Kepercayaan diriku semakin meningkat. Dalam akting sendiri tidak ada yang benar makanya terasa sulit, tapi itulah yang menarik. Selalu berusaha untuk mengejarnya, makanya sekarang terasa menyenangkan.

Bulan  September nanti, program video yang berjudul “Sashide sashi de” akan tayang secara langsung di channel Seiyuu Grandprix. Sekarang (dalam liputan) masih belum tayang, tapi apakah kamu ahli bicara sendirian?

Jujur saja, aku sadar ini kelemahanku… (senyum pahit). Aku agak deg-degan apakah bisa bicara sendirian atau tidak, tapi mumpung dapat kesempatan, kuharap aku dapat mengekspresikan diriku agar dapat memahami diriku lagi.

“Memotret kucing” merupakan program yang diimpikan oleh Sashide-san.

Kayaknya begitu! Kucing dan kamera pokoknya yang terbaik, deh! Apalagi memotret juga bagian dari perkuliahan, jadi aku juga akan serius supaya berguna untuk kedepannya.

Sepertinya rekaman ulangnya dapat dilihat saat perilisan majalah ini. Bagaimana jadinya dapat kamu konfirmasi sendiri, kan.

Waah, hahaha! Apakah bicara sendiriku aman-aman saja, ya… Tolong terus perhatikan aku, hahaha.

Yang terakhir, apa tujuanmu kedepannya?

Yang ingin aku capai sekarang adalah ingin menjadi orang yang dapat mengerahkan jati diriku. Dengan pengalamanku sebagai seiyuu, yang sekali lagi ingin kulakukan adalah berdiri di panggung. Aku ingin menjadi aktor yang dapat mengekspresikan tubuh dan juga suaraku.

Omong-omong, apa yang kamu maksud jati diri tadi?

Hah! Apa, ya…?

Apa yang kamu cari-cari sekarang?

Apa, ya. Aku masih mencarinya! Hahaha. Untuk menemukan jati diriku, pokoknya sekarang aku akan hidup dengan jujur pada isi hatiku.

Baiklah, aku ingin tahu peran apa yang ingin kamu mainkan baik sebagai seiyuu maupun di panggung.

Kalau sebagai seiyuu, aku ingin memerankan karakter maskot! Aku maunya juga yang imut dan ceroboh, hahaha. Kalau panggung, aku maunya peran yang setara denganku. Sebab ini lumayan jarang kudapatkan di pekerjaan seiyuu, jadi aku sangat menginginkannya.

Special Thanks to: Chunrunsan

One thought on “Interview Sashide Maria | Seiyuu Grandprix+ plus femme Vol. 5 2021”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *