“Kuingin memperlihatkan sosokku yang telah berkembang melalui berbagai pengalaman”

Shindou Amane, seorang gadis yang menempuh jalan seorang seiyuu sejak di bangku SMP. Dia selalu menunjukkan senyum cerianya saat di depan kamera, tapi terkadang dia memperlihatkan wajah layaknya orang dewasa yang membuat siapa saja terkejut. Gadis 16 tahun yang bebas, tidak dapat diprediksi, dan tangguh. Perasaan kuat nan jujur yang terpancar dari matanya, ayo kita dengarkan kata-kata dari sosok aslinya.

Apakah pernah ada kesempatan di mana kamu bekerja dengan orang yang lebih muda darimu?

Kalau seiyuu yang lebih muda dariku ada, sih. Tapi kalau di tempat kerja, mungkin hampir selalu aku yang paling muda.

Seperti apa kamu memperlakukan para rekanmu?

Kalau rekan kerja yang perempuan, aku perlakukan seperti kakak, semuanya sangat baik hati. Mereka menawariku cemilan setelah selesai latihan, dan kadang terasa seperti ibu, hahaha. 

Apakah Shindou-san bertingkah seperti seorang adik yang ramah?

Tapi, aku gak begitu jago bermanja-manja. Sebenarnya, aku punya kakak yang cukup jauh umurnya dariku, tapi malah dia yang bermanja-manja denganku. Sejak kecil, kalau kami mulai saling berebut cemilan, aku yang selalu mengalah.

Kamu adik yang pengertian, ya, hahaha. Tapi serius, kamu terlihat tenang sampai-sampai tidak seperti anak 16 tahun.

Terkadang aku juga dipandang seperti orang dewasa, tapi menurut diriku sendiri, aku tidak setenang itu. Waktu aku baru memulai pekerjaanku, aku tidak kenal hal-hal yang menakutkan. Mungkin kayak sembari mengumpulkan pengalaman dari tempat kerja, aku mempelajari dunia orang dewasa. Dan juga, sebab dunia seiyuu itu berkompetisi dengan suara, jadi kurasa umur itu gak terlalu penting.

Seperti… zaman sekarang bukan lagi saatnya menekan umur, ya?

Aku tidak menanggapinya sampai sejauh itu. Aku masih dalam proses belajar bernyanyi dan berakting, tapi aku senang apabila semua orang dapat melihat sosokku yang telah berkembang melalui berbagai pengalaman. Hanya saja, aku tidak begitu peduli mengenai umurku sendiri, mungkin itulah sifat asliku. Tapi, kalau aku pergi ke tempat kerja pasti ditanya “Apa ada trend di antara anak muda belakangan ini?”, kayak gitu, hahaha. 

Apakah Shindou-san tahu banyak mengenai trend terbaru?

Aku gak tahu sama sekali. Meski sifatku positif thinking dan ceria, tapi aku bukan orang yang update….

Apa kamu pernah minum boba?

Waktu ngetrend, aku pernah minum dan memang enak. Tapi, kalau minum bareng setelah pulang sekolah, mungkin tidak. Tapi, kalau melihat sesuatu yang kelihatan enak di medsos, pokoknya aku mau beli itu bareng teman, jadi yang seperti itu gak ada bedanya dengan anak 16 tahun kebanyakan!

Kamu sering disebut orang yang bagaimana oleh teman-teman di sekitarmu?

Orang yang emosional. Pas ingin nangis, aku akan nangis, aku akan nangis tersedu-sedu, pas mau ketawa aku akan ketawa sekuat-kuatnya, saat murung aku akan lesu selesu-lesunya. Aku sendiri tidak begitu sadar dengan diriku sendiri, tapi ekspresiku kayak sangat mudah dimengerti dari tindakanku. Bagi orang yang sudah akrab denganku, mereka bakalan ingin lebih mengenal tentang diriku lebih banyak lagi, jadi aku membuka pintu hatiku selebar-lebarnya, wkwkwk. 

Kamu orang yang penuh emosi, ya.

Aku orangnya bebas. Sama kayak teman-temanku, banyak dari mereka tipe orang yang tidak terikat, saat pergi ke taman bermain, kami terpencar-pencar kayak “Aku mau naik ini!”, “Aku yang ini!” Hahaha. Tapi, ada bagusnya semuanya berbeda-beda, ya. Temanku juga bilang “Kamu harus natural. Itulah yang kusukai darimu.”

Menurutku, banyak yang membaca suasana sekitar dan sekedar ikut alur.

Kalau aku, kalau ada sesuatu yang mustahil dan benar-benar berbeda dengan diriku, aku akan keluarkan pendapatku walau dia temanku. Dan yang mampu menerima hal itulah yang menurutku teman. Dan sebaliknya, kalau ada teman yang sifatnya tidak aku sukai, aku ingin menerima sifat baik dari orang tersebut.

Sekali lagi di sini, tolong beritahu pemicu yang membuatmu ingin menjadi seiyuu. Sejak kapan ingin menggeluti seiyuu sebagai sebuah profesi?

Kurang lebih sejak kelas 2 SD aku secara autentik mulai nonton anime, tahu yang namanya seiyuu, dan aku juga ingin jadi seiyuu yang bernyanyi dan menari! Itulah pemicunya. Terutama, impact dari “Love Live!” sangat besar terhadap diriku. Aku juga mengagumi sosok yang bernyanyi di panggung, kemudian aku melihat sebuah majalah dengan cover Mimori Suzuko-san, dan aku berpikir aku ingin menjadi seperti itu suatu hari nanti. Waktu karangan SD, aku juga menulis karangan dengan judul “Cita-citaku adalah menjadi seiyuu”.

Sejak saat itu kamu sudah tahu apa yang menjadi impianmu, ya.

Tapi, karena aku terlalu cepat menjadi seiyuu, aku juga sering bertemu rintangan. 

Seperti apa?

Aku banyak mencoba tantangan saat di audisi. Tapi, meksi aku sudah sampai di titik bagus, pada akhirnya aku tetap gagal….

Kemudian, melalui “Audisi Seiyuu Baru Hibiki 2018” kamu mulai melangkah di jalan seiyuu.

Sebab ini agensi dimana Mimori Suzuko, orang yang aku kagumi bergabung, jadi jika aku gagal kupikir aku akan benar-benar berhenti mengejar impianku menjadi seiyuu. Inilah audisi dimana aku menetapkan tekadku bahwa ini adalah kesempatan terakhir. 

Kamu memutuskan hal seperti itu di umur 14 tahun?

Benar. Memang terlalu cepat untuk mencoba, dan jika tidak banyak hasil bagus sampai saat itu, jadi kurasa… itu tidak cocok untukku. Aku putuskan… bahwa ini adalah yang terakhir.

Bagaimana menurutmu tentang dirimu sekarang yang berhasil mewujudkan impian sejak kecil dan terlibat dalam anime?

Misalnya, aku menyukai “Bang Dream” sejak sebelum diriku menjadi seiyuu, jadi kalau dipikir-pikir sekarang, bisa terlibat dalam series yang aku sukai benar-benar seperti mimpi, kurasa ini adalah sebuah keajaiban.

Apakah teman-temanmu juga mendukung kegiatanmu?

Saat ada pengumuman bahwa selanjutnya aku akan tampil di series ini, ada teman sekolahku yang suka anime memberi ucapan selamat, atau ada yang ikut senang dan membuatkan kue keju kesukaanku. Di saat seperti itu, aku selalu merasa harus berusaha lebih keras lagi, dan perasaan untuk menjawab harapan mereka juga… semakin besar.

Apakah “Pertemuan yang tak tergantikan” bagimu?

Sudah pasti dengan Mimori Suzuko. Hidupku berubah setelah bertemu Mimori Suzuko. Saat aku akan menyerah mengejar impianku sebagai seiyuu, aku mendengarkan lagu Mimori Suzuko dan belajar, kemudian aku berhasil berjuang kembali. Bagiku dia adalah sosok yang bagaikan dewi. 

Apa kamu sudah bertemu Mimori Suzuko?

Aku telah bertemu dengannya beberapa kali, dan berhasil mengungkapkan perasaan “Aku selalu mengagumi dirimu” pada orangnya langsung. Aku juga ingin menjadi seperti Mimori Suzuko yang dapat memerankan berbagai karakter, dan menurutku dia adalah senior hebat yang harus aku gapai.

Apakah ada sesuatu yang membuatmu berpikir bahwa pengalamanmu selama ini masih belum cukup untuk dirimu?

Semuanya tidak ada yang cukup menurutku. Jika bersama dengan lawan main seiyuu setelah rekaman, aku sering merasa perbedaan kemampuan dan pengalaman di antara kami sangat jauh. Di saat seperti itu, aku selalu berpikir “Apa yang kurang dariku?”, “Aku ingin belajar lebih banyak lagi!” Saat aku ingin mencoba hal baru, aku menemukan bahwa “Karakter seperti ini cocok juga untukku,” sedikit demi sedikit aku memahami tentang diriku sendiri, jadi selanjutnya aku ingin mencoba lebih banyak hal.

Kamu pasti pernah mengalami hal yang tidak kamu kuasai dievaluasi oleh orang lain.

Sebab suara alamiku rendah, jadi itu cocok dengan adegan serius, kurasa itu adalah hal yang bagus, tapi sebaliknya malah jadi rintangan saat aku memerankan karakter periang bersemangat.

Kenapa kamu berpikir bahwa kamu ahli dalam akting serius?

Aku merasa sifat serius dalam diriku muncul saat aku berakting peran serius. Kemudian, agar aku dapat membanggakan diriku sendiri, tapi aku sendiri benar-benar tipe orang yang gugupan. Saat aku akan tampil di panggung, aku mengatakan pada staff penanggungjawab konsernya “Mungkin ini mustahil bagiku…” sambil mengucurkan air mata. Tapi, saat aku naik ke panggung, aku tak bisa kembali lagi, jadi aku segera mengganti perasaanku ke “Tidak ada jalan lain selain melakukannya!”  Di atas panggung aku terlihat tegar, tapi saat di panggung pun sampai pertengahan lagu pertama, di dalam hatiku aku masih ketakutan, hahaha.

Apakah kamu punya tema untuk dirimu yang sekarang?

Sebab aku sering dibilang “Waktu muda, kamu cepat belajar,” jadi aku ingin menyerap semua hal yang bisa aku pelajari sekarang. Kemudian, aku juga ingin tampil di berbagai series seperti para seniorku, dan semoga aku semakin dekat dengan sosok seiyuu ideal yang diriku ingin gapai.

Apakah ada hal lain yang selalu kamu anggap penting selain pekerjaan?

Hal yang selalu aku anggap penting adalah jangan pernah lupakan tujuan awalmu. Bukankah kita sering lupa saat sudah terbiasa. Di saat begitu aku selalu bilang pada diriku “Jangan begitu, diriku….” dan murung. Karena itu, aku tidak ingin melupakan perasaan jujur dan bersemangat saat aku baru pertama kali memulai jalanku sebagai seiyuu. Kemudian, karena aku selalu didukung oleh banyak orang, jadi aku ingin selalu rendah diri dan tidak ingin melupakan jasa orang-orang di sekitarku.

Manusia itu makhluk yang terbiasa dengan hal baik maupun hal buruk, ya.

Benar banget. Terbiasa itu hal yang paling menakutkan! Selalu kuingatkan pada diriku setiap hari agar tidak ada yang bocor. Sebab kita tidak tahu apa dan kapan terjadi, jadi saat ada pekerjaan aku selalu bangun pagi, dan yang pertama adalah memeriksa informasi tertunda!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *