Aku menyembunyikan hal yang aku sukai agar tidak dihina dan terluka.

Pertama, bisakah kami beri tahu impian dan hal favoritmu ketika masih kecil?

Sejak masih sekitar kelas 3 SD, aku sudah suka idol, aku menari dan bernyanyi di depan cermin. Ada perasaan mengagumi mereka, tapi aku tidak berpikir diriku bisa jadi seperti mereka, jadi aku menulis impian yang lebih realistis  di buku kelulusan. Karena seperti itu, aku pun melupakan keinginanku untuk jadi seperti mereka. Tapi, aku ingat aku pernah menulis “Aku ingin jadi idol” di ujung buku coretanku. Suatu hari saat SD, ada sebuah momen yang membuat  kami berdebat, dan temanya adalah idol yang disukai, tapi teman sekelasku menghina-hina idolaku itu sehingga aku menangis. Sejak saat itu, aku merasa lebih baik tidak usah membicarakan hal yang aku suka, dan aku memilih untuk diam. Aku tidak ingin disangkal dan tersakiti karena mengatakan hal yang paling aku sukai, dan aku tidak ingin ditertawai.

Rupanya ada kejadian seperti itu. Sejak itu, bagaimana kamu bisa bertemu dengan Love Live Series?

Saat kakak perempuan dan ibuku pergi ke Tokyo untuk meninjau ujian masuk, sehingga aku tinggal berdua dengan ayahku di rumah. Sebab aku lagi gabut, lantas aku menyalakan TV dan saat itu ternyata Love Live Musim Pertama episode 5 sedang tayang ulang. Di sana untuk pertama kalinya aku langsung terkagum-kagum dengan keimutan dan kehebatan kisah Yazawa Nico. “Aku ingin ke konsernya!”, lalu aku mencari-cari informasinya, namun kebetulan hari itu tepat sehari setelah Final Live Muse berakhir…. Itu membuatku sangat syok. Aku sendiri sudah mengetahui Love Live Project sejak lama, tapi karena ada ujian masuk SMP, jadi aku tidak menontonnya karena tahu tidak akan bisa lepas kalau sudah kecanduan. Untuk sementara aku sedih. “Andai aku menontonnya lebih cepat. Kenapa jadi gini, sih?”, gitu. Oleh karena itu aku ingin mengikuti Aqours sejak awal. Aku pergi ke live viewing konser pertamanya, pergi ke fanmeeting, pokoknya banyak yang aku tonton.

Aku harus berubah. Aku membulatkan tekad dan mengikuti audisi.

Saat pertama kali kamu tahu ada audisi umum Love Live, bagaimana perasaanmu?

Sebenarnya, aku melihat pengumuman proyek baru di hari kedua Love Live Fes. Saat itu aku tahu ada pembukaan audisi umum, tapi aku benar-benar tidak mengira aku akan diterima, dan kukira hanya satu orang yang akan tembus, jadi aku berpikir pasti orang yang benar-benar hebatlah yang akan lolos. Beberapa waktu setelah itu, ilustrasi Love Live Supertar diumumkan di twitter. Sampai saat itu, sebagai seorang penggemar, aku hanya memikirkan siapa yang akan terpilih, tapi tepat waktu aku  melihat ilustrasinya, aku langsung bergetar. Waktu itu pas sekali aku sudah kelas 3 SMA, sudah waktunya untuk menentukan pilihan masa depan, tapi aku khawatir dengan masa depanku. Rasa sukaku pada Love Live tidak kalah dari siapapun, ditambah aku meyakinkan diri bahwa tidak ada kesempatan lain selain ini. Selain itu, aku senang bisa mempunyai mimpi, karena selama ini aku tidak punya keinginan untuk melakukan apa-apa. Saking sukanya aku dengan Love Live sampai-sampai ibuku pergi ke konsernya denganku, ditambah tahu anaknya sedang bimbang dengan masa depannya, maka beliau pun mendukungku.

Apakah ada kejadian yang berkesan bagimu saat audisi?

Saat audisi terakhir, aku diingatkan untuk tidak menahan diri karena “paku yang menonjol tidak akan dipalu”. Selama ini aku terus hidup sambil menyembunyikan diriku, sehingga kalimat itu sangat menusuk bagiku. “Aku bersyukur ada di sini. Semoga pengalaman ini jadi pendukung bagi orang lain kelak”, itulah yang aku rasakan. Aku mengerahkan segala yang aku punya agar tidak ada penyesalan.  Pokoknya di audisi terakhir banyak banget anak-anak yang berkilauan…. Tepat saat aku tiba di panggung audisi, aku merasa seakan mau kalah oleh aura mereka. Pokoknya aku bergetar, deh. Waktu aku duduk di bangku, hanya ada satu anak yang memandang ke arahku, lalu karena merasa sama denganku, jadi aku bicara banyak hal dengannya dan kami pun jadi akrab. Aku berpasangan dengannya dan melaju ke tahap akting, kami saling menyemangati sampai ke babak akhir audisi, sekarang pun kami masih saling kontak dan jadi teman. Date-san mungkin pernah cerita dalam wawancara, gadis yang bersamanya dalam audisi mengiriminya surat, dialah gadis yang dimaksud.

Sepertinya kamu juga melakukan kontak dengan Date-san di audisi terakhir, ya.

Waktu aku berpapasan dengan Date-san di dalam panggung, temanku itu mengenalkan Date Sayuri padaku. Padahal tepat sebelum audisi, tapi Date-san benar-benar melambaikan tangannya dengan senyum lebar. Senyumnya sangat berkesan bagiku, menurutku dia sangat hebat karena masih bisa tersenyum di saat-saat seperti itu. Padahal aku pulang sambil menangis setelah audisinya selesai…. Tapi karena aku tidak mau make up yang kupakai nanti luntur, jadi aku berjalan sambil memandang ke atas. Aku bilang ke ibuku kalau 99,9% aku akan gagal, lalu aku pulang ke rumah. Kenapa masih ada 0,1% sih, hahaha. Mungkin karena aku ingin menyisakan sedikit harapan.

Generasi kedua diumumkan! Satu tahun yang aku lalui dengan caraku sendiri.

0,1% itu menjadi kenyataan, dan kamu bergabung dalam generasi kedua Love Live Supertar. Bagaimana perasaanmu ketika pemberitahuan lolos itu tiba?

Waktu dari audisi terakhir hingga pemberitahuan cukup lebar, suatu hari ada telepon masuk. Ibuku yang pertama mengangkat telepon itu, tapi entah kenapa ibuku berisik sekali, hahaha. Saat aku yang angkat teleponnya, ternyata ada tawaran untuk bergabung dalam musim kedua. “Musim kedua? Maksut?”, jujur aku kurang paham, jadi aku minta waktu untuk memikirkannya sejenak lalu memutuskan panggilannya. Setelah aku matikan telponnya, aku sadar “ apa jangan-jangan jadi cast?”, jadi pokoknya aku iyain aja dulu baru telepon ulang. Lantas mereka bertanya, “Suaramu suram banget, kamu sepertinya tidak terlalu senang, ya?”, makanya aku reflek langsung bicara seolah senang banget, tapi kalau boleh jujur aku tidak terlalu paham keadaannya waktu itu, hahaha…. Mungkin, aku seolah melayang-layang di langit saat tahu keadaan dan kabar kedepannya.

Apakah ada perubahan dari kehidupan dan mood-mu setelah pengumuman untuk berpartisipasi dalam Love Live Supertar keluar?

Ini kisah yang menyedihkan, sih, tapi aku orangnya tidak punya stamina yang banyak…. Refleksku jelek banget sampai-sampai semua bola yang datang padaku kuterima pakai muka, jadi aku harus melakukan sesuatu pada kondisi itu. Aku coba berlari di taman sebelah rumahku untuk membangun stamina, tapi kakiku langsung sakit, bahkan awalnya aku tidak bisa berlari sampai satu putaran dengan mudah. Aku cemas dengan keadaanku itu, tapi belakangan ini aku bisa latihan menari dengan jangka waktu panjang tanpa kelelahan yang berarti, jadi aku merasa staminaku ikut terbangun seiring berjalannya waktu. Bahkan aku ke gym 4 kali seminggu kalau punya banyak waktu. Lidahku tidak terlalu lentur, jadi aku latihan tiap hari sambil mandi. Aku menyiapkan banyak hal selagi generasi pertama melakukan aktivitas, jadi aku tidak terlalu menunggu sampai musim kedua. Tapi sudah pasti stamina antara aku dan generasi pertama kayak langit dan bumi, makanya aku ingin berjuang lebih giat lagi.

Kami ingin bertanya mengenai apa yang kamu rasakan sejak Love Live Superstar diumumkan. Bagaimana perasaanmu ketika cast generasi pertama diumumkan?

Saat pengumuman cast generasi pertama, aku berpikir bahwa mereka adalah rekan-rekan yang akan satu panggung denganku kelak. Setelah itu, aku melihat Date-san, sudah kuduga dia akan terpilih, dan di saat yang sama aku terkejut karena yang diterima lewat audisi umum ada dua orang. Bicara dan visual mereka semuanya sempurna, jadi aku membulatkan tekadku untuk mengasah banyak hal agar bisa berada di tengah-tengah mereka. Aku melakukan yang terbaik untuk musim kedua, jadi tidak banyak terlalu banyak perasaan negatif. Aku juga nonton namahoso perdana Liella tepat waktu! Melihat Date-san, sebab kami sama-sama ikut audisi umum, jadi aku tahu bagaimana rasanya berjuang di bawah tekanan. Meski begitu, melihatnya berjuang tanpa peduli apapun itu benar-benar hebat. Tiap kali aku melihatnya membuatku merasa bahwa usahaku masih belum cukup, aku harus berjuang lebih keras lagi.

Apakah kamu melihat acara perilisan single pertama Liella “Hajimari wa Kimi no Sora” dari tempatmu?

Yap, benar-benar mengagumkan. Walau hanya berlima, tapi mereka punya keharmonisan yang tidak kalah dari grup lainnya. Selain fokus karena aku akan bergabung dengan mereka kelak, aku juga harus berjuang agar nanti aku bisa mengatakan “Aku Liella” dengan penuh kebanggaan. Melihat Date-san yang berhasil masuk dalam lagu “Watashi no Symphony” dengan sempurna, aku bertanya-tanya apakah aku dapat melakukannya jika berada di posisinya, apakah aku memang tidak bisa mengalahkan generasi pertama. Aku merasa harus berjuang lebih keras lagi, jadi aku langsung latihan setelah pulang. Tak lama setelah itu, aku dikirimi dokumen dan ilustrasi anggota generasi kedua, dan Kinako yang membuat mataku langsung terpaku, karena dia benar-benar mirip denganku…. Penampilannya juga yang paling aku sukai, jadi aku benar-benar ingin menjadi cast gadis itu. Demi memperjuangkan karakter dalam generasi kedua, jadi aku ikut audisi generasi kedua, tapi saking semangatnya, setiap hari aku berdoa agar bisa menjadi Kinako….

Berdoa?

Pokoknya aku harus jadi orang baik, makanya aku berniat melakukan satu kebaikan setiap harinya. Kalau dipikir-pikir lagi sekarang, aku benar-benar tergesa-gesa waktu itu. Kemudian, aku terlalu suram untuk jadi Kinako, jadi aku berusaha untuk tersenyum dan ceria. Teman-teman generasi kedua pun juga bilang kalau aku jadi lebih ceria dibanding saat audisi terakhir, ada bagusnya akhirnya aku dapat sedikit berubah…. Sementara itu, anime musim pertama sedang tayang di TV, dan aku selalu menontonnya sambil menghubungi rumahku. Ada sisi dari diriku yang jadi semakin khawatir tiap kali menontonnya. Biasanya aku akan tenggelam dalam kisah Love Live yang aku sukai, tapi kini aku menangis sambil meratapi betapa hebatnya mereka, apakah aku dapat melakukannya seperti mereka.

 Bagaimana pendapatmu mengenai audisi terakhir generasi kedua?

Bahkan sekarang masih banyak yang bilang kalau aku suram banget pas audisi, saking semangatnya aku sampai memandang semua orang sebagai musuhku…. Hahaha. Aku juga pertama kali dubbing di sana, tapi aku tidak tahu harus bagaimana, bisa dikatakan auraku negatif waktu itu. Selang beberapa waktu, aku jadi selalu bahagia setelah diberitahu aku memerankan Kinako, hahaha.

Kudengar November 2021 generasi pertama dan generasi kedua bertemu, ya.

Awal pertemuan dengan generasi kedua masih belum banyak obrolan, tapi setelah itu kami pasti ngobrol bareng semuanya abis latihan menari, baru sejak saat itu perlahan kami mulai terbuka satu sama lain. Waktu itu Aya mengusulkan untuk memanggil satu sama lain dengan benar, tapi aku kan orangnya tidak bisa memanggil orang lain dengan namanya saja, makanya itu benar-benar sulit bagiku. Tapi sebab Aya maksa pokoknya harus gak boleh enggak, jadi aku berusaha, deh. Berkat itu akhirnya sekarang kami sudah lebih terbuka. Ada juga momen pertemuan dengan generasi pertama, waktu itu generasi kedua semuanya menunggu di depan ruangan generasi pertama, suara mereka gak sabaran itu kedengaran banget sampai ke koridor, dan itu malah membuatku khawatir. Suasananya seakan benar-benar menyambut kami, dan tempat itu jadi begitu nyaman. Di sana aku juga pertama kami menceritakan kalau aku tembusan audisi umum, tapi karena aku tidak mengatakannya pada anak-anak generasi kedua, mereka ternyata malah lebih terkejut dibanding anak-anak generasi pertama. Aya malah sampai melompat di sampingku, hahahaha.

Generasi kedua juga nonton tur konser pertama, ya.

Kami nonton semua siarannya, tapi untuk pertama kalinya aku melihat kondisi ketika penonton datang ke panggungnya itu saat di kampung halamanku. Saat pertama kali aku melihat penampilan generasi pertama dengan mata kepalaku, suara dan gerakan mereka terasa lebih dalam dibanding saat lewat siaran langsung. Sekarang, itu membuatku sadar bahwa latihanku selama ini belum cukup. Apa yang harus dilakukan oleh aku yang tidak terlalu mahir dalam menari dan menyanyi agar bisa masuk ke tengah-tengah mereka, aku jadi sadar jarak di antara kami. Waktu semua generasi kedua berkumpul, hampir seluruhnya diselimuti dengan suasana ceria, tapi setelah konser, suasana janggalnya semakin berat. Bagi generasi kedua, generasi pertama ibarat dinding yang sangat tinggi. Tapi, tidak ada bagusnya jika terlalu memikirkan itu. Kami memang menghormati mereka, tapi karena kami masih dalam satu grup, jadi rasa biasa-biasa saja itu juga timbul, jadi kami berusaha untuk mengejar dan melampaui mereka.

Bagaimana ketika proses dubbing-nya dimulai?

Pokoknya reaksi Kinako itu gede banget! Aku kesulitan karena dia banyak berteriak dengan ekspresi wajah dan harus mengeluarkan suara besar. Aku banyak minta saran dari staff, tapi aku masih harus banyak mengejar Kinako. Di samping dia anaknya mirip denganku, dia anaknya high tension banget dan itu jadi PR-ku kedepannya.

Berjalannya dubbing, diikuti dengan pengumuman generasi kedua. Bagaimana pendapatmu melihat reaksi dari para penggemar?

Baik saat pengumuman member baru, pengumuman cast baru, bahkan saat pengumuman generasi baru, kami anak generasi kedua berkumpul untuk melihat reaksi para penggemar. Waktu pengumuman cast aku lupa menonaktifkan notifikasi, jadi tiba-tiba notifku membludak dan malah membuatku panik. Awalnya aku takut, jadi aku tidak bisa melihat kolom komentar. Butuh 3 hari untuk mengumpulkan keberanian untuk membuka kolom komentar, banyak banget komentar kayak “Mulai detik ini kamu bagian dari Liella” “Ada kalanya berat, tapi aku akan tetap bersamamu. Aku berada di pihakmu”, itu membuatku terkejut. Sebab aku sudah menyiapkan diri untuk kritik pedas, tapi aku tidak menyangka akan disambut begitu hangat. Aku lega banget para penggemar banyak mengucapkan hal-hal baik padaku.

Hari di mana aku dapat mengatakan “Liella” dengan baik. Langkah pertama aku menjadi rekan mereka.

Kamu telah melalui banyak pengumunan hingga saat ini, dan berdiri di hadapan para penggemar dalam live & fanmeeting, kan.

Aku masih belum sepenuhnya merasa bagian dari Liella. Tapi saat live & fanmeeting di Tokyo sebelumnya, untuk pertama kalinya aku merasa bisa mengatakan “Sekian, kami adalah Liella” dengan baik. Entah karena masih belum familiar dengan mulutku, atau karena feeling pemandangan kelap-kelip dari semua orang. Rasanya aku sudah menjadi bagian dari Liella. Mulai sekarang akan banyak pengalaman seperti itu, jadi semoga saja nanti aku bisa berdiri di atas panggung dengan penuh kebanggaaan sebagai anggota baru Liella.

Kurasa itu jadi dua tahun yang mengubah drastis kehidupanmu. Jika diminta menyapa dirimu yang ikut audisi, apa yang akan kamu katakan?

Hhmm, hebat! Kamu hebat. Aku ingin memuji diriku yang selalu menyerah selama ini karena telah memberanikan dirinya. Kalau dari sudut pandang orang lain, mungkin perkembanganku tidak ada bandingannya. Tapi dari sudut pandangku, ada perubahan yang perlahan lahir dari hal-hal kecil, jadi aku sudah berkembang dengan baik. Jadi pertama, aku ingin memuji diriku itu. Mulai detik ini, aku akan berusaha agar dapat mengubah nilai 100 menjadi 180. Meski sekarang aku masih berdiri di atas panggung dalam acara live & fanmeeting, tapi aku akan kembali jadi diriku sendiri saat kembali ke rumah. Bahkan sekarang aku masih merasa apakah semua ini kenyataan. Tapi, yang membuatku sadar bahwa aku sudah bergabung dengan Love Live Series yang aku cintai sampai saat ini adalah berkat para penggemar yang mendukungku. Aku akan mengerahkan segalanya agar para penggemar senang dan sampai diriku sendiri merasa puas.

Yang terakhir, apa hal yang patut disorot dalam anime musim kedua?

Pertama, aku ingin semua orang tahu pesona anak-anak baru yang unik! Menurutku dengan generasi pertama jadi senior, interaksinya dengan para junior jadi semakin alami. Secara pribadi, salah satu keunikan Love Live Series adalah ketika mereka berkumpul semuanya jadi meriah, dan aku suka itu, jadi aku ingin hal ini yang jadi sorotan. Nantikan saja, ya!

 

 

2 thoughts on “Interview Suzuhara Nozomi | Love Live! Days Vol. 30”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *