Interview Uchida Shuu, pemeran Mia Taylor

Dia kenal Love Live ketika masih berada di Australia. Kami membahas bagaimana dia menjadi seiyuu, terlibat dengan Love Live, dan bagaimana pendapatnya mengenai pesona Mia Taylor yang diperankan olehnya.

Kesan-kesannya selama akting, seorang pekerja keras dan dapat dihormati.

Baiklah, bagaimana awalnya kamu kenal dengan seri Love Live?

Aku lahir di Australia, dan di sana juga ada event anime. Dan di sana aku berjumpa dengan para cosplayer. Mereka sangat imut, aku penasaran dengan seri apa yang mereka perankan, dan kemudian aku tahu yang mereka perankan adalah Love Live. Dari sana aku mulai tertarik. Sangat sulit untuk mendapatkan merch dan nonton animenya di Australia, itu membuatku frustasi. Dan pas aku tiba di Jepang, aku tenggalam dalam seri itu!

Bagaimana rasanya bergabung dalam seri Love Live yang sudah lama kamu kenal sebagai Mia Taylor?

Awalnya, aku tahu ada member yang berasal dari negara berbahasa Inggris, makanya aku ikut audisinya. Aku gak nyangka banget bisa lolos dan seingatku waktu dengar pengumumannya, aku nangis. Secara pribadi, melihat punggung Sagara Mayu (pemeran Nakasu Kasumi) dan Onishi Aguri (pemeran Uehara Ayumu) yang merupakan dua teman yang sudah akrab denganku sejak dulu berpartisipasi sebagai anggota Nijigasaki, benar-benar membuatku senang, dan di saat yang sama membuatku merasa harus berjuang lebih keras lagi. Ikut serta dalam seri yang telah memberiku keberanian sewaktu aku masih di Australia membuatku sangat bersemangat!

Bagaimana pendapatmu tentang Mia Taylor yang dirimu perankan?

Waktu pertama kali bertemu dengannya, aku menduga dia punya kemampuan yang tinggi, dia manis dan juga bisa buat lagu. Tapi, sembari memerankan dirinya, aku sadar bahwa dia tidak seperti yang aku duga. Meski terpisah dengan “lagu” yang dari lubuk hati terdalamnya ingin dia lakukan, tapi setelah bertemu dengan school idol dan anggota klub, dia memberanikan diri sekali lagi dan saat itu aku sadar bahwa dia benar-benar seorang pekerja keras dan dapat dihormati.

Bagaimana pesona Mia Taylor dari dirimu sendiri?

Padahal masih 14 tahun tapi sudah loncat kelas dan jadi mahasiswa di Amerika, dan menjadi siswa kelas 3 saat di Nijigasaki menurutku adalah hal yang luar biasa. Tapi dia benar-benar imut saat memperlihatkan tingkahnya yang masih sebagai anak berumur 14 tahun. 

Bicara soal Mia, pasti lekat dengan Bahasa Inggris, apakah ada kalimatnya yang berkesan selama syuting?

Kalimat “yummy” yang diucapkannya saat sedang makan sesuatu. Itu untuk mengekspresikan lezat dalam Bahasa Inggris, tapi itu kebanyakan dipakai oleh anak-anak dan sangat jarang dipakai oleh orang dewasa. Kalau aku mending pakai “delicious” daripada “yummy”, sih. Dengan begitu, aku bisa melihat sisi kekanak-kanakannya, dan itu sesuatu yang manis. 

Apakah ada kalimat dalam Bahasa Inggris yang kamu usulkan selama syuting?

Ada. Interaksi yang seharusnya dia mengatakan “Bisakah kamu mengatakannya dalam Bahasa Inggris pada bagian ini?” tapi malah sebaliknya seperti “Tolong ucapkan dengan Bahasa Inggris.” Dan di sana, ada juga bagian yang direkam dengan aku yang memikirkan beberapa kalimat dalam Bahasa Inggrisnya. Dengan senang hati, kuharap kalian juga memperhatikan kalimat Bahasa Inggrisku. 

Single pertama unit, konser pertama… mengundang rasa gugup dan juga ketidaksabaran.

Single pertama R3BIRTH, unit yang diikuti oleh Mia, “Monsters Girls” sudah dirilis. Bagian mana yang jadi perhatianmu?

Aku terkejut saat R3BIRTH pertama kali mendapat lagu ternyata di dalamnya ada Bahasa Jepang, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin. Saat syuting kami fokus pada masing-masing bahasa. Pelafan Bahasa Mandarin sangat sulit, aku diajari oleh Akina (pemeran Zhong Lanzhu) pelafalan Bahasa Mandarin, dan begitu pula sebaliknya, aku mengajarkannya pelafalan Bahasa Inggris, benar-benar hal yang tidak mudah. Koizumi Moeka (pemeran Mifune Shioriko) juga mengeluh kesulitan. Lagunya itu sendiri benar-benar keren dan menonjolkan kekuatan dari para anggotanya. Terutama rap pada bagian akhir, kami bertiga terus menerjang segala rintangan sambil memperlihatkan kelebihan kami, jadi aku ingin kalian semua mendengarnya. 

Bisakah kamu ceritakan tentang pendapatmu soal lagu single Mia, “I’m Still…”.

Walaupun hampir keseluruhan liriknya menggunakan Bahasa Inggris, tapi benar-benar menampilkan perasaan Mia itu sendiri. Meski ada kebohongan di sana-sini, tapi bagaimana dia akan menyanyikannya merupakan tantangan tersendiri, jadi itu poin yang ingin diperhatikan. Itu juga merupakan lagu yang dibawakannya karena konfliknya di story, dan juga sebagai lagu yang dibawakannya atas permintaan Rina-chan, oleh karena itu aku menyanyikannya dengan penuh perasaan. 

Lagu “Toy Doll” dari album ke-4 adalah lagu bertema rock yang berbeda dengan “I’m Still…”, ya.

Toy Doll adalah lagu di mana Mia bergabung dengan klub dan merasakan kehangatan dari “kamu” dan juga member lain. Lagu up tempo dengan lirik Bahasa Inggris, tapi benar-benar menuangkan kepercayaan diri Mia-chan. Untuk memaksimalkan sound Amerika-nya saat rekaman, aku bahkan ikut memainkan mic-nya agar suara rock-nya juga ikut muncul, jadi aku ingin kalian terus mendengarkan lagu ini.

2022 dijadwalkan konser ke-4. Bisakah kami mendengarkan antusiasme darimu?

Sebab ini pertama kalinya aku konser dengan member klub, makanya aku sangat berpikir bahwa tidak ada waktu lagi…! Dengan tampilnya aku dengan membawakan lagu solo dan unit, di satu sisi sekarang aku sangat gugup, tapi di sisi lain karena hari di mana aku akan tampil di hadapan para penonton semakin dekat, jadi aku latihan yang semangat setiap harinya. Sekarang diriku penuh dengan perasaan tidak sabar bisa tampil di atas panggung. Tentu aku juga akan berjuang lebih giat agar bisa menyusul anggota Nijigaku yang lainnya! 

Yang terakhir, tolong berikan pesan kepada semua penggemar yang senantiasa mendukung kalian. 

Terima kasih karena selalu mendukung Nijigasaki. Dengan bergabungnya Lanzhu dan Mia, aku ingin berjuang lebih keras lagi agar tidak kalah dari anggota yang lain, oleh sebab itu aku mohon dukungan dari kalian semua. Aku akan senang apabila mulai sekarang kita dapat terus bertemu baik melalui siaran langsung maupun konser!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *