“Hmm? Ini…?”

Saat aku datang lebih awal untuk memeriksa ruang klub, aku menemukan sesuatu yang tidak biasa dan mengambilnya.

“Buku apa ini? Ini milik siapa?”

Aku merasa ragu ini milik anggota klub ini. Walau aku dapat membayangkan siapa pemiliknya hanya dengan membaca isinya.

“Tidak ada nama… bagian dalamnya?”

Aku melihat ke dalam buku. Dan di salah satu halaman yang secara kebetulan terlihat, ada sesuatu yang seperti ini:

“Sihir Untuk Menjadi Lebih Imut?”

Aku bisa membayangkan buku ini adalah milik si Anak Anjing.

Seperti ada sebuah bisikan aneh yang masuk ke dalam telingaku, aku membaca isi buku itu.

Spell? Astaga, bisa-bisanya anak itu percaya dengan hal seperti ini.”

Aku tertawa kecil mengejek si Anak Anjing. Dan entah kenapa, aku membaca mantra aneh yang tertulis di buku itu.

“Aku imut seperti kucing.”

Betapa bodohnya aku memilih untuk membaca mantra aneh itu.

Namun, tidak ada yang terjadi. Yah, jika ada orang yang bisa langsung menjadi manis dengan cara ini, maka semua usaha yang sudah dia lakukan sebelumnya tidak akan memiliki arti.

Wait, what…?”

Tiba-tiba, tubuhku jadi tidak stabil. Aku mencoba untuk menopang diriku sendiri, tetapi aku tidak punya kekuatan untuk melakukannya.

“….”

Dan kemudian, mataku perlahan-lahan tertutup.

 

“Datang dari mana dia?”

“Ketika aku tiba, dia sudah tidur di sini.”

“Sepertinya tidak begitu.”

“Ini seragam Mia, bukan?”

“Jadi, apa dia adalah Mia…?”

“Memangnya itu bisa terjadi? Manusia berubah menjadi seperti ini?”

“Aku tidak tahu… Rina-chan Board, ‘Tidak Diketahui.'”

“Tapi, Mia juga tidak datang…”

Ketika aku menyadari, semuanya sedang membicarakan tentangku. Tunggu…?

“Meow?”

“Wah! Dia bangun!”

“Meow!?”

Pertama-tama, aku terkejut oleh pemandangan yang kulihat. Anak Anjing, Rina, Shizuku, dan Shioriko terlihat jauh lebih besar dan tinggi dari biasanya. Dan kemudian aku terkejut oleh penampilanku sendiri.

Dari yang aku lihat, penampilanku sekarang adalah…

Tidak diragukan lagi, aku adalah seekor kucing!

“Mia…?”

“Meow! (Itu benar!)”

“Aku merasa dia mengatakan ‘Itu benar!’ dengan semangat.”

“Kamu yakin, Rina?”

“Entahlah, tapi sepertinya iya…”

“Meow!! (Rina!!)”

“Sepertinya itu benar.”

“Rinako hebat. Pantas saja Hanpen suka sekali bermain bersamamu.”

Setidaknya sepertinya kami bisa berkomunikasi dengan baik.

“Jadi, kenapa Mia jadi seperti itu?”

“Nya, nya, nya! (Itu karena buku yang di atas meja!)”

“Ini? Buku Sihir…?”

“Cara untuk menjadi lebih imut… Apa mungkin ini bukumu, Kasumi…?”

“Eh? Aku mana punya buku seperti itu.”

“Nya…!? (Sungguh!?)”

Itu bukan buku milik Kasumi. Mereka berempat mulai membolak-balik buku itu.

“Dan cara untuk mengembalikannya…. Dia akan kembali normal besok.”

“Bagus. Aku sempat khawatir. Berarti masih lama hingga dia kembali normal, ya?”

“Tapi apa yang harus kita lakukan? Mia tidak bisa pulang seperti ini.”

“Kita tidak bisa membiarkannya di sini sendirian. Asrama sekolah juga tidak mengizinkan kita membawa hewan peliharaan…”

“Nya, nya! (Hold on, itu seperti mengatakan bahwa aku adalah sebuah masalah!)”

“Kami hanya khawatir denganmu, Rina.”

“Nya…! (Rina…!)”

“Rina… kamu benar-benar bisa berkomunikasi dengan baik dengan Mia, ya.”

Melihat mereka sibuk berdiskusi, aku mengambil kesempatan untuk duduk di atas pangkuan Rina. Sorry, Hanpen. Aku akan mengkudeta tahta ini untuk sementara.

“Jika cuma sehari, aku rasa aku bisa membawanya pulang. Bagaimana menurut kalian?”

“Tidak masalah.”

“Tentu, Rinako. Kami serahkan padamu.”

“Sebaiknya memang begitu.”

Jadi, pada akhirnya, aku diadopsi sementara oleh Rina.

 

“Nya… (Ini adalah kamar Rina…)”

“Oh, iya, ini pertama kalinya kamu datang, bukan?”

Aku merasa sedikit tegang memasuki kamar Rina untuk pertama kalinya. Aku dan Rina memang memiliki hobi yang hampir sama, namun perangkat elektronik di kamar Rina jauh lebih bervariasi daripada yang aku bayangkan. Ditambah, ada robot kucing aneh yang sedang menatapku.

“Orang tuaku sedang bekerja, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan.”

“Nya!? (Kenapa kamu tahu apa yang aku pikirkan!?)”

“Entahlah… aku bisa merasakannya.”

“Nya! (Sepertinya aku dan Rina memang ditakdirkan sehati, ya!)”

Setelah itu, kami mulai berbicara tentang apa yang telah terjadi hari ini di kamar Rina.

“Mia, kamu suka sekali duduk di pangkuanku.”

“Nya… (Of course!)”

“Kamu tahu, kamu tetap sangat imut, Mia…”

“Nya!? (Eh!?)”

Aku merasa bingung oleh pernyataan mengejutkan Rina.

“Nya, nya, nya…. (Ya, jika Rina berpikir begitu, aku tidak masalah….)”

“Oh, tunggu, sebentar lagi hari akan berganti.”

Ketika aku melihat jam, aku menyadari bahwa hanya beberapa detik lagi sebelum hari berubah.

“Nya! Nya, nya… (Rina! Thanks…)”

PON!

Dengan suara yang ringan, tubuhku diselimuti oleh asap.

Wait…?”

Ketika aku melihat, aku sudah kembali ke tubuh asliku dari wujud kucing.

I’m back! Thanks, Mia!”

“Rina-chan Board ‘Malu-malu'”

“…?”

Ada sesuatu yang aneh dengan Rina. Wajahnya memerah, apa dia demam?

“Rina, apa yang terja…”

“Mia, kamu tidak pakai baju.”

 

Dengan kepanikan memenuhi kepala, kami bergegas mencari pakaian untuk aku pakai. Dan begitulah, di hari selanjutnya aku tetap melanjutkan keseharianku sebagai murid SMA Nijigasaki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *